TraventureMan di Green Canyon, Pangandaran, Batu Hiu dan Batu Karas

Adventure & Travelling Green Canyon

4 episode berturut-turut Traventure Man sudah tayang bulan ini di MNCTV Food and Travel Channel 98 setiap Minggu pukul 20.00 WIB. Saksikan Kita!!

Paket Wisata Pantai Batu Karas sorganya para peselancar di Pangandaran

Open Trip Pangandaran Green Canyon

3 hari 2 malam, 4 destinasi 6 aktivitas di alam bebas, 4 kali makan 1 malam menginap di Batu Karas.

Paket Wisata Body Rafting Green Canyon Pangandaran Hemat dan Murah

Green Canyon Body Rafting

Ayo coba tantangan pengarungan sungai di Green Canyon atau Gua Citumang bersama keluarga dan kawan.

Explore Green Canyon

Explore Pangandaran

5.24.2016

Jus Honje, Minuman Khas Pangandaran

wisata kuliner pangandaran
Hanya masyarakat Pangandaran yang dikenal baik bisa mengolah Honje menjadi sajian lokal yang unik dan memperkaya resep masakan dan minuman Nusantara. Resep sup ikan khas Pangandaran Pindang Gunung dan minuman segar Jus Honje, keduanya menggunakan bahan dasar rempah Indonesia, Honje atau Kecombrang (etlingera hemisphaerica) yang memiliki cita rasa unik dan berbeda dibanding dengan jus-jus lainnya.
Jus Honje atau Kecombrang. Bunga yang baunya tajam ini ternyata bisa dibuat jus. Rasanya tetap tajam dan masam. Tapi karena digulai, manis jadinya. After tastenya getahnya terasa. Tetap enak!!

Honje, Bunga Dengan Banyak Nama Nusantara

Bagian yang paling dikenal dari Honje adalah bunganya dan di Nusantara dikenal dengan banyak nama-nama lokal. Bunga Kecombrang di Jawa, Honje disebut bunga kencong atau kincung di Sumatra Utara, bongkot di Bali, asam patikala di Kalimantan Selatan, asam cekala di Tanah Karo, jaung di Kalimantan Timur, sedangkan di Malaysia, bunga honje disebut bunga kantan, dan dalam bahasa Inggris disebut torch ginger. Honje juga mempunyai nama latin yaitu Etlingera elatior, dan sinonim lainnya adalah Nicolaia elatior, Alpinia magnifica, , Phaeomeria speciosa, Phaeomeria magnifica, Nicolaia speciosa dan Alpinia elatior.

Honje dan Dunia Kuliner

Lazimnya, rempah khas Indonesia ini bagian bunganya banyak di manfaatkan sebagai bahan campuran atau bumbu masak aneka resep Nusantara. Kuntum bunga ini sering dijadikan lalap atau direbus lalu dimakan bersama sambal.

Di Jawa Barat, kuntum bunga ini seringkali dilalap atau direbus dan dimakan dengan sambal atau sebagai bahan campuran sayur asam dan pepes ikan. Di daerah Banyumas, honje yang dikukus juga dijadikan sebagai bahan campuran pecel. Nasi Megana di Pekalongan juga menggunakan bunga honje yang diiris-iris sebagai bahan campuran urap. Masakan Batak populer, Arsik Ikan Mas, menggunakan honje sebagai bumbu yang sangat penting. Bunga honje juga dapat dimakan sebagai pecal seperti yang sering dilakuan orang-orang di Tapanuli Selatan.

Jus Honje, Pilih Yang Fresh atau Kemasan

Honje yang dijadikan sebagai minuman jus ini berbeda dengan jus yang biasa digunakan sebagai penyedap masakan. Honje yang biasa digunakan untuk masakan biasanya berwarna merah muda, sedangkan honje yang dimanfaatkan untuk minuman jus ini berwarna merah tua atau yang sering disebut dengan nama honje laka.

wisata kuliner pangandaran

Dengan menggunakan honje laka yang berwarna merah tua, maka hasil jusnya akan lebih menarik karena warna minumannya akan lebih merah daripada menggunakan honje yang biasa digunakan untuk masakan yang berwarna merah muda.

Kini, selain tersedia jus honje dalam kemasan, pengembangan lanjutannya adalah sirup honje. Anda bisa bawa sebagai oleh-oleh di rumah atau minuman selama perjalanan dan wisata di Pangandaran.

Kecamatan Mangunjaya adalah penggagas awal dalam pembuatan resep honje sebagai minuman segar dalam kemasan, tapi saat ini sentra pengolahannya sudah menyebar di beberapa kecamatan lain Pangandaran, Kecamatan Parigi dan Cijulang aktif ambil bagian juga dalam pengolahan bunga honje ini menjadi berbagai macam bentuk minuman siap saji.

2.18.2016

Penghuni Gua Parat: Landak Jawa yang Sadar Kamera

Landak Jawa di Gua Parat Pangandaran Jawa Barat
Setiap ada kisah tentang "Penghuni Gua" siapa saja yang mendengarnya pasti akan merinding, selalu terkesan dengan cerita horor berbau hantu dan mistik. Tapi kali ini berbeda dengan Penghuni Gua yang satu ini, sudah jinak, lucu juga imut dan selalu menyambut tamu-tamunya dengan ramah dan hangat.

Landak Jawa (Hystrix javanica) adalah mamalia yang unik karena memiliki duri-duri yang keras menutupi kulitnya, yang dipergunakan sebagai pertahanan diri menghadapi pemangsa, duri-durinya bisa berdiri tegak menutupi dan melindungi seluruh tubuhnya yang lunak. Seekor landak mampu menghempaskan duri-duri yang tebal dan kaku itu ke tubuh pemangsa, duri-duri tersebut bisa terlepas dan menancak ke tubuh pemangsa untuk membuatnya jera.

goa parat atau goa keramat di taman wisata alam pangandaran jawa barat
Mulut Gua Parat, dari gua ini anda bisa langsung mengakses pantai pasir putih Pangandaran atau sebaliknya memasuki kawasan Taman Wisata Alam dan Cagar Alam melalui laut dengan perahu wisata
Gua bukanlah rumah aslinya, Landak sebagai binatang pengerat seperti tikus dan kelinci ini umumnya membuat sarang di dalam tanah, memiliki kesanggupan membuat lubang dalam tanah hingga 5 meter dalamnya dan biasanya terdiri dari beberapa lubang, pintu masuk dan keluar dibuatnya terpisah. Di dalam gua Parat, landak-landak ini tidak perlu lagi membuat lubang lagi, mereka memanfaatkan lorong-lorong sempit bentukan asli gua.

Awalnya ada sepasang landak yang mendiami gua Parat di Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran, diberi nama dan julukan Joni dan Lince. Rupanya di rumah barunya ini kebutuhan terhadap makanan cukup berlimpah, sehingga sepasang landak ini berhasil berkembang biak menjadi sebuah keluarga uang utuh, terakhir terhitung sudah terdapat 8 (delapan) ekor landak yang sehat dan gemuk hasil keturunan Bapak Joni dan Ibu Lince. Ada yang punya saran untuk nama-nama anaknya?.. *silahkan diisi di baris komentar ya..

Satu keluarga "sakinah" landak-landak penghuni Gua Parat ini sudah sangat akrab dengan para pengunjung dan wisatawan. Mereka tidak takut sama manusia, kebalikannya dengan para pengunjung yang kuatir dengan binatang di kegelapan gua. Sangat dimaklumi karena rata-rata mereka yang datang, ini kali pertama berjumpa dengan sosok landak dari dekat secara langsung, bukan di kandang atau dari layar televisi.
Keempat spesies Landak ini, oleh IUCN Redlist dimasukkan dalam kategori LC (Least Concent atau Resiko Rendah) yang artinya spesies landak ini belum terancam kepunahan. Namun ini tercatat belum dievaluasi lagi sejak 2001. Perlu menjadi catatan ulang bahwa keempat jenis ini termasuk jenis endemik yang memiliki resiko tinggu untuk punah.
Setiap ada yang datang dan dipanggil pasti akan segera keluar dari lobangnya dan berharap ada yang membawa makanan untuk pasangan berikut anak-anaknya. Setiap pengunjung yang diantar oleh Pemandu, akan diinformasikan sebelumnya untuk membawa bekal makanan ringan seperti kacang atau sayuran. Jika diberikan makanan, landak-landak ini sedikitpun tidak gentar untuk mengambil langsung dari tangan, anda tinggal menyodorkan pelan-pelan ke mulut mereka dengan tangan terbuka.

Tidak hanya berani menghadapi para wisatawan, landak-landak ini juga tidak pernah terusik dengan lampu flash dari kamera pengunjung. Mereka akan tetap sibuk dengan makanannya sementara pengunjung bergantian berfoto dengannya. Atau justru mereka sudah nyadar tentang transaksi "makanan untuk foto"??
Landak Jawa banyak ditemukan di hutan, dataran rendah, kaki bukit, dan area pertanian. Makanan Landak Jawa adalah rumput, daun, ranting, akar, buah-buahan dan sayur-sayuran.
Landak-landak tersebut sudah tinggal permanen dan nyaman di dalam gua Parat, dan mulai tergantung dengan makanan-makanan yang dibawa pengunjung. Menurut Kang Diran, Pemandu setempat pihak pengelola juga memberikan makanan secara berkala sebagai tambahan untuk landak-landak yang sudah berkembang semakin banyak ini.

Empat Spesies Endemik Indonesia

jangan lupa membawa penerangan saat masuk goa parat atau goa keramat
Gelap dan Sunyi Abadi, itulah nama lain dari kondisi didalam gua-gua alam atau gua karst di Pangandaran. Membawa penerangan  diwajibkan saat anda memasuki lorong-lorong gua
Menurut catatan Alamenda, Indonesia memiliki 4 (empat) jenis landak endemik dari puluhan jenis landak dunia. Keempat jenis landak tersebut adalah Malayan Porcupine (Hystrix brachyura), Sunda Porcupine (Hystrix javanica), Sumatran Porcupine (Hystrix sumatrae), dan Bornean Porcupine (Thecurus crassispinis).
Endemisme atau Endemik dalam ekologi adalah organisme yang unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau, negara, atau zona ekologi tertentu. Menjadi endemik karena ditemukan hanya di suatu tempat dan tidak ditemukan di tempat lain.

Beberapa Fakta dan Informasi tentang Landak

Di alam, satwa ini bersembunyi di dalam lubang saat siang hari, dan keluar dari lubang persembunyiannya pada malam hari untuk mencari makan. Mereka layaknya tikus suka mengendus-endus tanah dan mondar-mandir di sekitar sarang. Hal ini di maksudkan untuk mendapatkan sumber pakan atau mengantisipasi jika ada bahaya. Apabila dalam keadaan terdesak satwa ini akan menggunakan rambut yang seperti tusuk sate (duri) tersebut yang berperan sebagai pelindung atau sebagai senjata. Sedangkan kaki depan landak selain digunakan untuk berjalan, kedua kaki depan landak berfungsi juga untuk menggali tanah.

Karena termasuk hewan pengerat, maka sering kali Landak memegang batu dan menggerogoti batu itu untuk mengurangi pertumbuhan giginya. Gigi (dentes) pada landak berfungsi untuk memotong dan mengunyah makanannya.
Bagi para petani, Landak dianggap sebagai hama karena sering merusak tanaman sayur di ladang dan persawahan.
Pada saat tidur, Landak biasanya berbaring tengkurap dengan posisi keempat kakinya menyamping dan perut diletakkan di tanah tentu dengan memejamkan matanya.

Bila sedang kawin Landak akan lebih aktif dan agresif, khususnya landak jantan. Ekor landak jantan akan bergerak-gerak dan memutar-mutar ke segala arah di sekitar landak betina. Landak betina cenderung lebih pasif dan jarang bergerak saat kawin, dan hanya sesekali mengikuti gerak landak jantan.

Klasifikasi Landak Jawa

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Infraphylum : Gnathostoma
Superclassis : Tetrapoda
Classis : Mammalia
Subclassis : Theria
Infraclassis : Placentalia
Ordo : Rodentia
Suborder : Hystricomorpha
Subordo : Hystricomorpha
Infraorder : Hystricognathi
Infraordo : Phiomorpha
Familia : Hystricidae
Genus : Hystrix
Spesies : Hystrix javanica

11.06.2015

Travelling & Adventure at Green Canyon - Pangandaran

sonny septian host traventure man
Hampir sepekan, Sonny Septian menjelajahi kawasan Pangandaran hingga Green Canyon bersama kami...team Go Green Canyon. Menjelajahi semua kawasan, mencicipi kuliner lokal, mengenal budaya setempat, menggeluti aktivitas nelayan dan mencoba banyak hal menarik dan menantang lainnya untuk disajikan kepada anda dalam tayangan program Traventure Man - MNC TV Channel 98 dalam 4 episode berturut-turut pada Desember 2015 mendatang. Tapi apa saja yang terjadi dibalik layar??? Akan Kami kisahkan saat ini juga disini..

1# Menyusuri Pantai Pangandaran

melintasi bagan-bagan para nelayan di pantai timur pangandaran
Kami sudah di Pangandaran Kang, semua kru menginap di Hotel Menara Laut, informasi dari Adit, salah satu kru MNCTV memberi kabar kepada kami yang dari pagi sudah standby di lokasi. Kami perlu istirahat dulu sejenak, dan kita bisa ketemu nanti pukul 10.00 di lobby, lanjut Adit. Hari ini kita langsung explore Pangandaran ya Kang.. tambahnya menegaskan jadwal hari pertama di Pangandaran.

Delapan jam perjalanan Jakarta - Pangandaran, mereka semua pasti merasakan penat dan jet lag. Tapi ini bukan berarti alasan untuk mengulur waktu. Hari pertama yang ringan-ringan saja ya Kang, mohon dimaklumi kami sudah habis duluan di jalan.. yup!!.. hari ini cukup keliling pantai timur Pangandaran dengan perahu dan area Cagar Alam & Taman Wisata Alam saja, dengan aktivitas ringan snorkeling dan tracking di beberapa Gua Alam di Taman Wisata Alam Pangandaran

2# Eksplorasi Gua-Gua di Taman Wisata Alam

gua lanang taman wisata alam
Ditemani oleh Kang Diran yang tahu bener tentang seluk beluk di Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Pangandaran, Host Traventure-Man, Sonny Septian mendapat banyak informasi dan wawasan baru di kawasan konservasi Pangandaran ini. Beberapa keunikan dari bentukan alam stalagtit dan stalagmit yang menyerupai bentuk anak laki-laki yang baru disunat, hingga batu yang bisa dimainkan sebagai alat musik layaknya angklung.

gua lanang pangandaran gua parat pangandaran

3# Belajar Selancar di Pantai Batu Karas

belajar surfing di batu karas
"Son!!.. udah pernah nyoba surfing?!!", "emmhh... belum sih, tapi gue orangnya gampang bisa kok.." hehehe.. sip.. biar lebih mahir lagi, nanti akan ditemani sama rekan kami Kang Ayui selama berselancar di pantai Batu Karas. Satu sampai dua jam kita latihan, selanjutnya silahkan surfing sendiri sampe magrib... seloroh Kang Ayui ke Sonny meyakinkan kepada kita semua kalo surfing ini memang menyenangkan dan bikin lupa waktu kalo udah lengket banget sama papan selancar.

Sebelum ke laut, sedikit ada pelatihan dasar di darat dengan papan selancar latihan. Mulai melatih posisi mengayuh, duduk dan bergerak berdiri sekaligus belajar keseimbangan menjaga badan biar gak jatuh. Termasuk juga cara bagaimana menghindar jika di depan ada orang lain saat kita meluncur bareng ombak.

Gak butuh waktu lama, juga karena Sonny gak sabaran keburu langsung nyebur laut. Mumpung pas cuaca lagi terik dan panas-panasnya, kelaut sekalian surfing sambil ngadem.

surfing di pantai Batu Karas
Dan memang terbukti kata Kang Ayui, sesi pengambilan gambar udah usai tapi masih aja gak bergeming nunggu ombak bareng para peselancar lainnya. Bukan cuma orang lokal, beberapa turis mancanegara dan anak-anak disatukan oleh papan dan ombak di pantai Batu Karas.

peselancar batu karas Kang Ayui peselancar lokal pantai batu karas

4# Menjaring Ikan di Ombak Batu Hiu

Nelayan Batu Hiu
Tidak hanya aktivitas yang berbau adventure yang di shoot untuk melengkapi acara Traventure-Man, mengenal masyarakat lokal melalui kegiatan mencari ikan di pantai Batu Hiu pun sangat menarik perhatian, menjaring ikan di antara ombak dan karang. Boleh kan Kang kita bertukar peran sejenak, saya akan menggantikan sebentar berperan sebagai nelayan lokal. Tapi diajarin dulu ya Kang..

Tidak kurang satu jam lamanya, Sonny Septian berkutat dengan jaring, ombak dan panasnya matahari di tepian pantai Batu Hiu. "Ughh.. rupanya gak mudah juga yah menjaring ikan di ombak yang besar seperti ini.." komentar Sonny memberikan apresiasi mendalam kepada setiap nelayang yang berjuang mencari nafkah keluarganya di pantai Batu Hiu.

5# Melepas Anak Tukik ke Lautan Bebas

anak penyu laut
Muatan pendidikan dan pesan lingkungan akan disampaikan pada program ini melalui tayangan pelepasan Tukik yang telah berumur 6 bulan, cukup untuk bertarung di lautan lepas dari kejaran ikan, burung dan predator lainnya. Penyu Hijau dengan umur tersebut telah memiliki cangkang yang keras dan gerakan lebih lincah.

pelepasan penyu hijau di batu hiu tukik anak penyu laut

5# Body Rafting di Green Canyon

persiapan body rafting
Puncaknya ada di sini, Body Rafting di Green Canyon. Waktu bener-bener molor gak karuan.. berangkat dari pagi bisa sampe dermaga menjelang magrib, makan siangpun bergeser sekalian makan malam. Tidak saja Sonny Septian yang menjadi sorotan utama sebagai Adventure Man yang menikmati Body Rafting... semua kru film gak kalah dan ketinggalan. Green Canyon dan Body Rafting emang seru abis...

body rafting adventure body rafting di Green Canyon

6# Kuliner khas Pangandaran dan Green Canyon


Ini dia, batu akik kepala lobster!!... hahahaha kelakar Sonny sambil menunjukkan tangannya yang penuh dengan kepala lobster.. lengkap sudah petualangan dari Pangandaran hingga Green Canyon ditutup dengan Botram Dinner, penyajian masakan ala-ala Sunda tidak mengurangi keceriaan dan keakraban selama proses shooting untuk Adventure-Man. Semua team lebih menyatu dan akrab di depan 10 kg lobster dari Pangandaran yang di bakar gurih.... makannn!!!

Sekian dulu ya Gaess... kisahnya.. sengaja gak ditampilin semuanya.. karena pasti lebih asik tunggu tanggal mainnya di MNC TV Channel 98 - Adventure Man nanti pada bulan Desember setiap Minggu pukul 20.00 WIB selama sebulan penuh berturut-turut untuk 4 episode.... Adventure Man!!!..... Saiiiikkkkk!!!!


Testimony untuk Go Green Canyon

10.10.2015

Tiga Hari Dua Malam Wisata Pangandaran - Green Canyon

paket wisata 3 hari 2 malam di Pangandaran hingga Green Canyon
Pengalaman Seru bersama teman sekantor selama tiga hari dua malam menjelajahi kawasan Pangandaran (Pantai Timur dan Taman Laut Pangandaran), Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Pananjung, pantai Batu Hiu, pantai Batu Karas dan Green Canyon (Cukang Taneuh). Menginap satu malam di Pangandaran dan semalam di pantai Batu Karas, dengan berbagai macam aktivitas dan kegiatan, menyatukan hubungan kerja lebih harmonis lagi setelah kembali ke dunia kerja sehari-hari.

Kisah perjalanan selama tiga hari ini sebagai acuan dan ilustrasi untuk Paket Wisata Green Canyon - Pangandaran 3N2D. Kami sajikan informasi perjalanan pertema kegiatan dan bisa menjadi panduan rencana agenda wisata anda selama di Pangandaran hingga Green Canyon.

1# Selama Perjalanan Jakarta - Pangandaran

berbagai permainan yang tidak membosankan selama perjalanan
Perjalanan Jakarta - Pangandaran, dimulai dari hari Jum'at pagi. Perjalanan selama kurang lebih delapan jam kali ini sangat menyenangkan dan tidak membosankan, karena ada team kreatif dari kantor yang mengemas berbagai permainan dan kuis yang melibatkan semua penumpangnya. Seruuuu dan pecah.. banjir hadiah, banjir tepuk tangan dan tawa canda meriah.

Karena mempertimbangkan agar bisa tetap menjalankan shalat Jum'at buat peserta yang Muslim, perjalanan akan berhenti untuk istirahat di Liwet Asep Stoberi Nagrek, makan siang dan sekaligus shalat Jum'at di Nagrek. Persis menemukan lokasi rumah makan yang lengkap dengan semua itinerary kita.  Meski berwisata tetapi tetap menjalankan perintah Tuhan yang utama.

2# Semalam di Pangandaran

kolam renang arnawa hotel
Selepas Magrib rombongan sudah masuk gerbang Pangandaran, dan langsung menuju penginapan untuk istirahat dan mengumpulkan energi persiapan acara besoknya yang cukup padat dan menguras energi. Kami memilih Hotel Arnawa Pangandaran,  yang memenuhi syarat kenyamanan untuk pelayanan dan fasilitas dan sanggup menampung cukup banyak pengunjung.

Berenang malam, sebelum istirahat.. sepertinya tidak bisa begitu saja mengabaikan beningnya air kolam renang, menceburkan badan yang penat sepertinya adalah satu-satunya pilihan yang bijak dari pada langsung terlelap di keheningan malam.

3# Menyongsong pagi di Pantai Timur Pangandaran

menyaksikan sunrise di pantai timur pangandaran
Selepas subuh, beberapa orang dari seluruh rombongan bergegas menuju Pantai Timur Pangandaran. Tidak seluruhnya mengikuti acara jalan pagi ini, dan lebih memilih terlelap dibalik selimut hangatnya. Tidak menjadi soal, karena seluruh rangkaian kegiatan dibikin sesantai mungkin dan peserta berhak untuk memilih bagian mana yang akan diikuti atau tidak.

di Pantai Timur Pangandaran, tidak saja mendapatkan pemandangan elok saat mentari pagi sedang menyembul pelan dari peraduannya, juga menyaksikan aktivitas para nelayan Pangandaran yang sudah mulai beraksi mempersiapkan jaring dan mengumpulkan ikan di tepian pantai.

4# Mengarungi Samudra Pangandaran

menerjang gelombang laut pantai timur pangandaran
Setelah sarapan pagi di Hotel, semua peserta nampak lebih bugar dan segar dengan istirahat yang nyaman dan cukup. Lengkap dengan pakaian lebih santai tapi tetap terlindung oleh cream tabir surya untuk menjaga kulit tersengat matarahi langsung, dan karena satu hari ini lebih banyak diluar ruangan untuk aktivitas yang lebih seru.

Agenda pertama adalah menyusuri Pantai Timur Pangandaran dengan perahu wisata. Alhamdulillah cuaca cukup bersahabat, langit biru cerah dan laut dalam kondisi lebih jernih. Jika sebelumnya hujan, kondisi kejernihan air laut akan terpengaruh secara langsung, agak keruh dan mempengaruhi keindahan panorama underwater.

5# Snorkeling di Taman Laut

Snorkeling di Taman Laut Pantai Timur Pangandaran
Beberapa spot unik di sepanjang Pantai Timur kami kunjungi, seperti Batu Layar dan Batu Buaya sebagai salah satu fenomena alam yang cukup unik, batuan yang terkikis oleh angin dan ombak laut sehingga menyerupai bentuk tertentu yang kita kenal. Tapi jelas bahwa di perairan ini tidak ada Buaya beneran..sooo.. jangan kuatir yaa..

Setiap perahu wisata yang beroperasi di pantai Pangandaran, sudah melengkapi perlengkapannya untuk aktivitas Snorkeling. Tiap orang akan mendapatkan Life Jacket, Gogle dan Snorkel, dibayarkan dengan satu paket lengkap Pangandaran Underwater.

Pada awalnya sih, beberapa orang agak ragu-ragu.. bener neh mau nyebur di tengah-tengah perairan? amankah? bagaimana kalo ada hiu? buaya? hehheehe tapi begitu satu dan dua orang berani memulai, lebih-lebih mulai dikerumuni oleh ikan-ikan hias berbagai ukuran dan warna. Satu persatu menyusul meninggalkan perahu yang kosong penumpangnya.. asiikkkk euyyy.. seumur-umur belum pernah berenang bareng ikan-ikan... layaknya Deni Manusia Ikan kita...

6# Jelajah Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran

dikedalaman gua lanang pangandaran
Tak cukup mudah mengajak mereka yang asik berenang dan menyelam mengamati ikan dan pemandangan bawah laut Pangandaran. Tapi masih cukup banyak aktivitas dan destinasi lainnya yang harus dikunjungi hari ini sesuai rencana. Meski terasa enggan, akhirnya terkumpul juga di perahu masing-masing. Empat perahu kembali menyalakan mesin dan melaju, bukan untuk kembali ke hotel tapi berlabuh di pantai pasir putih Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran.

Selanjutnya kita akan memasuki kawasan konservasi satwa liar, melalui pintu masuk Gua Parat. Gua yang terbentuk oleh proses alam yang disebut Gua Karst. Perlengkapan penerangan untuk memasuki gua juga sudah dipersiapkan, dan perjalanan dipandu oleh Kang Diran yang mengenal seluk beluk gua berikut sejarah historisnya. Berbagai macam pertanyaanpun bergulir deras dari para rombongan, dan dijawab satu-persatu agar tidak jadi penasaran lagi..

Tidak saja hanya gua Karst, tapi gua-gua Jepang peninggalan sejarah perang dunia kedua juga cukup banyak tersebar di area TWA dan Cagar Alam Pananjung. Sejarah kerajaan dan masuknya Islam melengkapi khazanah pengetahuan baru tentang Pangandaran, juga dengan kehidupan satwa liar yang secara langsung dan lebih dekat dengan pengunjung, memudahkan kami mengabadikan dengan kamera pocket atau kamera hp masing-masing.

7# Pantai Ganas Yang Elok di Batu Hiu

tepat untuk santai dan rilex di batu hiu
Perjalanan berikutnya adalah menuju Batu Karas, untuk check in penginapan. Tapi diantara perjalanan Pangandaran - Batu Karas, kita tidak akan melewatkan destinasi yang tak kalah ciamiknya dengan pantai-pantai yang lain, pantai Batu Hiu namanya. Ombak pantai Batu Hiu terkenal ganas, cukup tinggi dan deras bergulung menerjang tajamnya batuan karang padas di sepanjang garis pantainya.

Pantai yang tidak aman untuk berenang, tapi sangat nyaman untuk bersantai dan berphoto selfie atau groupie. Tengah hari tepat matahari memancarkan teriknya, gerah dan panas. Tapi karena sekeliling pantai Batu Hiu cukup teduh, suasana siang enak pas banget nongkrong di warung-warung dan menikmati makan siang atau sekedar menikmati satu buah kelapa segar.

di Pantai Batu Hiu, tidak benar-benar nyata ada Hiu disini. Diambil namanya karena ada beberapa batu karang karena proses pengikisan menampakkan dirinya mirip dengan sirip ikan hiu, dan akhirnya diabadikan dalam sosok patung Hiu dengan mulut menganga lebar, sekaligus sebagai pintu masuk lokasi yang unik.

8# Bersama Penyu di Pelestarian Biota Laut Batu Hiu

lebih dekat dengan penyu laut
Setelah cukup nyaman bersantai di pantai, semua rombongan bergerak dengan jalan kaki tidak lebih dari 500 meter menuju Pusat Penangkaran Penyu Batu Karas yang diwadahi oleh Kelompok Konservasi Biota Laut - Batu Karas.

Rombongan ditemui langsung oleh pendiri serta inisiatornya, Pak Didin dan berdialog seputar sejarah pendiriannya hingga visi kedepannya untuk pelestarian biota laut. Diakhir diskusinya pak Didin mempersilahkan semua orang untuk memegang dan berfoto langsung dengan beberapa penyu pilihan yang aman untuk bertemu dengan manusia.

9# Malam ke Dua di Pantai Batu Karas

surfing di batu karas
Malam kedua di Batu Karas, sengaja kita memilih penginapan di Pondok Cowet, Batu Karas. Suasananya jelas beda dengan Pangandaran yang ramai dengan hiruk pikuk penggiat pariwisata Indonesia. Malam hari di pantai Batu Karas sangat hening dan sepi, untuk keperluan makan malam saja jika kita tidak memesan sebelumnya beberapa restauran yang buka disiang hari sudah tutup. Tapi malam ini kita punya rencana sendiri dengan sajian barbeque untuk santap malam di Batu Karas.

Pantai Batu Karas juga dikenal sebagai pantainya para pemburu ombak, bahkan sudah menjadi pemandangan umum di areal pantai para remaja lokal bahkan anak-anak sudah menenteng papan selancar dan sangat lihai memainkan keseimbangannya diantara pusaran ombak Batu Karas.

10# Body Rafting Green Canyon

serunya body rafting di green canyon
Jangan lupa sarapan, pesan yang sangat penting sebelum melakukan aktivitas body rafting di Green Canyon. Saat perut kosong, sangat memungkinkan terserang kram perut saat berlama-lama dengan air dingin di sungai Cijulang. Dan pagi ini di Villa Pondok Cowet kami sudah mulai aktif dari jam 06.00 dini hari dengan pembuka kegiatan, sarapan pagi nasi goreng ceplok telor... sedaapppnyaa... hehhe

Rombongan meninggalkan penginapan dan sekaligus check out menuju parkir timur Green Canyon, memilih perlengkapan safety yang cocok, mendengarkan briefing teknis tentang keamanan dan kenyamanan dalam aktivitas body rafting dan masing-masing kelompok diantar dengan mobil pickup menuju hulu sungai Cijulang di titik start Guha Bau.

Hampir seharian semua bergembira dari hulu hingga sampai ke Green Canyon, berbagai aksi loncat, menerjang jeram dan riam serta tentu saja berfoto-foto. Tanpa kamera, tentu saja aktivitas Body Rafting akan bisa ditempuh lebih cepat dari jadwal yang seharusnya. Tapi siapa yang bisa nahan tidak ber selfie atau groupie di panorama cantik diantara lembah hijau Green Canyon... keren dan asik mas.. foto-foto...foto-foto... dan jadwal bergeser dari yang seharusnya...

11# Penutup Kegiatan di Banyu Sagara

makan siang di banyu sagara
Setengah hari bertempur dengan adrenalin dan sejuknya air sungai Cijulang sudah pasti menguran tenaga dan energi. Setelah kembali ke dermaga Cisereuh, semua rombongan bersih-bersih dan berganti pakaian dan siap kembali ke Jakarta. Setelah makan siang dengan menu lokal di rumah makan Banyu Sagara, usai juga perjalanan yang menyenangkan selama tiga hari di Pangandaran hingga Green Canyon... sampai jumpa di petualangan berikutnya... salam...

Gallery Kegiatan Wisata

ngarai hijau green canyon indonesia menyaksikan panorama underwater pangandaran

9.18.2015

Karedok Leunca ala Banyu Sagara

karedok leunca
Masyarakat Pangandaran, lebih banyak didominasi oleh Suku Sunda, yang kita semua kenal dengan keahliannya mengolah bahan-bahan mentah, jenis sayur-sayuran yang diolah tanpa dimasak menjadi aneka makanan yang lezat dan nikmat, sebut saja diantaranya adalah lalapan dan karedok.

Karedok adalah salah satu resep tradisional khas Sunda, dan diolah dari bahan-bahan sayuran mentah seperti kol, kacang panjang, daun kemangi dan terong. di masyarakat Sunda sendiri mengenal beberapa macam karedok, di antaranya adalah karedok biasa (sayuran), karedok leunca, dan karedok kacang panjang. Karedok yang lebih banyak dikenal masyarakat umum adalah karedok sayuran.

"Tapi kenapa dinamai dengan Karedok yah?, seperti nama daerah atau perkampungan saja..?" memang demikian kisah dan legendanya. Kisahnya resep makanan Karedok ini berasal dari Desa Karedok, yang berada di Kecamatan Jati Gede, Kabupaten Sumedang. Asal usul Desa Karedok konon berawal dari sebuah perkampungan yang terletak di seberang Sungai Cimanuk. Daerah ini dulunya merupakan wilayah Sumedang Larang atau Negara Mayeuti (sebutan orang pada saat itu).

Resep Karedok Leunca ala Banyu Segara

tumis kangkung kuliner sunda nikmatnya karedok leunca
Membuat sendiri resep Karedok Leunca sangatlah sederhana, karena bahan dasarnya hanya menggunakan Leunca atau Ranti (Solanum nigrum L.) dan Kemangi atau surawung secukupnya sebagai penambah rasa dan selera. Untuk membuat sendiri dirumah anda bisa mencoba resep Umi atau resep masakan kreatif. Dari sisi nutrisi, jelas sekali karedok itu sangat sehat, karena semua sayuran itu tidak dimasak terlebih dahulu sehingga kandungan gizinya masih utuh.

Tapi bagi anda yang sudah berada di Green Canyon (Cukang Taneuh), hanya berjarak kurang lebih 500 meter dari parkir timur menuju arah Pangandaran, anda akan menemukan restauran lokal "Banyu Sagara" yang sangat terkenal dengan goyang lidah segala resep sambal pedas ala Sundanya.

ikan bakar banyu sagara

Banyu Sagara, menyajikan beragam menu ikan bakar (laut dan tawar), aneka seafood, ayam bakar dan aneka masakan Sunda. Nasi Liwet dan Sambal Dadakannya juara...

Dengan fasilitas parkir yang cukup memadai, ruang makan lesehannya sanggup menampung lebih dari 100 orang. Team Go Green Canyon pun jadi langganan santap siang selepas kegiatan Body Rafting seharian..


Homestay, Penginapan di Green Canyon

homestay dan penginapan di green canyon
Kebutuhan fasilitas pendukung untuk berwisata di Green Canyon, khususnya untuk penginapan berbeda dengan seperti yang tersedia di Pangandaran yang cukup lengkap khususnya untuk hotel berikut dengan penawaran layanan lainnya.

Namun masyarakat sekitar Green Canyon cukup senang dan ikut menyambut daerahnya sebagai tujuan wisata, yang artinya akan ada banyak tamu dari berbagai daerah akan berdatangan, bersyukur jika bisa berperan ikut serta untuk menciptakan usaha sampingan khususnya dalam penyediaan penginapan, disamping bisa membantu meringankan beban biaya pengunjung juga sekalian dapat tambahan pemasukan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Homestay, Penginapan Keluarga

Saat menyewa sebuah Homestay, kadang artinya anda akan masih bersama beberapa malam dengan pemilik rumah, mereka masih tinggal dan memilih kamar paling belakang atau di samping yang sekiranya tidak ada akses langsung dengan para tamu. Meskipun beberapa sudah siap tinggal dengan keluarganya di rumah yang lain ketika ada tamu yang menyewa rumahnya.

Layanan Hangat Rasa Keluargaan

Yang patut pengunjung sadari adalah jangan pernah menuntut layanan layaknya hotel, ada pelayan yang siap setiap saat, fasilitas lengkap dan lainnya. Karena dengan Homestay bukanlah layanan penginapan profesional, seperti halnya villa yang setiap waktu peruntukannya memang untuk tamu.

Jika wisata buat anda bukan hanya sekedar menikmati pesona alamnya, tapi juga mengenal budaya setempat maka pilihan menginap di Homestay sangatlah tepat. Sambutan pemilik rumah layaknya mendapat tamu jauh, berbincang saling mengenal dan jika diminta untuk paket lengkap makanan, pasti akan tersaji menu masakan rumah ala sunda yang segar dan nikmat.

Homestay Kang Sarip

Home stay Kang Sarip
IDR 550.000/malam (weekday)
IDR 650.000/malam (weekend)

Fasilitas

3 kamar
Extra Bed
Air Panas Shower
Parkir Mobil
Televisi
Ruang Keluarga
Dapur Masak
Fan
Maksimal 10 orang

Homestay Pak Idhar

homestay dua green canyon
IDR 500.000/malam (weekday)
IDR 600.000/malam (weekend)

Fasilitas

3 kamar
Parkir Mobil
Televisi
Ruang Keluarga
Dapur Masak
Fan
Maksimal 10 orang

Homestay Kang Yuli

homestay tiga green canyon
IDR 500.000/malam (weekday)
IDR 600.000/malam (weekend)

Fasilitas

2 kamar
Parkir Mobil
Televisi
Ruang Keluarga
Dapur Masak
Fan
Maksimal 10 orang

Homestay Green Canyon - Ibu Kasmah

homestay green canyon ibu kasmah
IDR 500.000/malam (weekday)
IDR 600.000/malam (weekend)

Fasilitas Homestay

2 kamar
Parkir Mobil
Televisi
Ruang Keluarga
Dapur Masak
Fan
Maksimal 10 orang

Booking Homestay di Green Canyon

+ Pemesanan minimal 5 (lima) hari sebelumnya
+ Boking Homestay dilakukan dengan pembayaran down payment (DP) 50% dan dilunasi minimal 2 (dua) hari sebelum kedatangan
+ Pembatalah sewa kurang dari 2 (dua) hari dikenai 100% dari total sewa Homestay atau dipersilahkan dipindahkan ke penyewa lainnya dengan pemberitahuan sebelumnya.

Silahkan Kontak:

Kang Dede Ileung
+62 822-1433-7555 | +62 823-04-300-500 | 56AB3F07

* data homestay dan penginapan lainnya akan terus diupdate
 
View More Posts

Green Canyon Adventure

Travel Story

Testimony