Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

2.13.2024

Tips Wisata ke Green Canyon Pangandaran

serunya wisata body rafting di Green Canyon

Anda merencanakan wisata di Green Canyon, yang sekarang ini lagi populer sebagai tujuan wisata alam penting di Jawa Barat. Simak beberapa catatan penting berikut ini, penting menjadi panduan dan wisata anda bersama keluarga dan rombongan lebih memuaskan.

#1 Rute Perjalanan dari Jakarta


Lokasi Green Canyon (Cukang Taneuh) berada di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Berangkat dari Jakarta menggunakan mobil rute terbaik adalah dari Bandung menuju Tasikmalaya - Ciamis - Kota Banjar - Pangandaran - Parigi lalu Cijulang (Green Canyon) atau disebut jalur Timur dengan jarak tempuh 170 km. Sedangkan jalur Selatan melewati kota Tasik, Cipatujah, Cikalong, Cimanuk lalu Cijulang, dengan jarak kurang lebih 60 km.

Meskipun jalur selatan lebih pendek, rute ini tidak disarankan untuk anda. Kondisi jalan rusak parah dan aktifitas truk pengangkut pasir menambah kepadatan jalan sehingga memakan waktu lebih lama dari jarak yang diperhitungkan.

Dari Jakarta, anda akan menempuh perjalanan normal 7-8 Jam (dari Bandung waktu tempuh 5-6 jam), karena anda akan menempuh jarak tempuh sekitar 333 Km persiapkan sopir cadangan untuk saling bergantian, atau istirahat yang cukup tiap 3 jam perjalanan di beberapa lokasi rest area, di Bandung atau di kota Banjar. Waktu berangkat yang nyaman adalah malam hari, jika ini adalah liburan weekend waktu yang tepat berangkat pada Jum'at malam.

Green Canyon Body Rafting Pangandaran

#2 Waktu yang paling tepat adalah pagi, hari biasa dan musim kemarau

Menikmati saat-saat yang tenang di Green Canyon adalah saat hari biasa di musim kemarau. Tiap weekend apalagi liburan Nasional dan sekolah, lokasi ini sarat dan padat dengan pengunjung. Jika memang terpaksa harus memilih waktu saat high season, upayakan bisa datang lebih pagi di Green Canyon untuk menghindari antri perahu. Setiap hari loket dibuka mulai pukul 07.30 WIB dan tutup pada 16.00 WIB.

#3 Siapkan uang yang Cukup

perahu wisata memasuki pintu gerbang green canyon
Body Rafting rame-rame bareng keluarga atau teman, pasti seru dan biaya lebih ringan 

di obyek wisata ini tidak tersedia ATM, terakhir anda bisa menjumpai ATM di POM Bensin di tengah perjalanan Pangandaran - Cukang Taneuh. Dan yang paling penting, untuk bisa sampai menikmati Green Canyon, satu-satunya transportasi yang bisa digunakan adalah perahu motor wisata yang bisa diisi 5 orang penumpang. Sewa per perahu untuk pulang pergi dermaga - Green Canyon anda dikenai sekitar Rp. 150.000,-/perahu lengkap dengan retribusi masuk dan asuransi. Berangkat bersama rombongan tentu lebih meringankan dibanding cuma berdua atau sendiri.

Tentu sangat sayang jauh dan lamanya perjalanan kalo hanya sampai di pemberhentian perahu terakhir, berenang melawan arus sungai Cijulang mempunyai kesan mendalam dan sudah pasti berbasah-basahan. Persiapkan uang tambahan untuk sewa pelampung pengaman (life jacket) dan tips pemandu untuk keamanan anda selama pengarungan.

Batu Karas Fun Offroad Pangandaran

#4 Perlengkapan Penting yang patut dibawa

loncat
Jangan lupa abadikan momen-momen seru anda selama body rafting di Green Canyon

yang pasti adalah baju ganti, pilihan lainnya adalah sebaiknya anda bawa Kamera tahan air. Jika hanya ada kamera biasa atau hp, para pemandu akan mempersiapkan drybag untuk tetap aman dan narsis. Perlu diingat, berdasarka pengalaman waktu pengarungan sungai dengan body rafting lebih lama dari jadwal karena saking seringnya photo-photo..hehehe

Batu Lumpang kano atau kayak Pangandaran

#5 Banyak pilihan Kuliner lokal

setelah berenang dan lapar kedinginan, di area parkir semua fasilitas cukup lengkap dan tersedia berbagai jenis makanan di warung-warung lokal, toilet umum dan pernak-pernik merchandise yang ditawarkan para pedagang.

Khusus untuk aktivitas Body Rafting, wajib sebelum berangkat anda harus sarapan. Perut yang kosong lebih mudah terserang kram perut karena cukup lama badan anda akan terendam air sungai yang dingin

Jika anda membawa rombongan besar dan perlu tempat makan yang luas agar lebih leluasa, anda tidak harus ke Pangandaran, karena saat ini tidak jauh dari lokasi parkir cukup banyak restauran-restauran lokal yang akan memenuhi selera makan anda selepas Body Rafting.

#6 Menginap di Batu Karas, pantainya Pemburu ombak yang hening

penginapan pondok cowet
Pondok Cowet, salah satu alternatif penginapan di Batu Karas
Di sekitar Green Canyon, tidak banyak pilihan penginapan dan hotel layaknya di Pangandaran kecuali homestay, rumah masyarakat yang disewakan seluruhnya atau sekedar kamar. Dengan harga sewa yang merakyat, jangan berharap mendapat layanan layaknya menginap di hotel, tapi juga tidak akan mengecewakan anda dengan layanan penuh "kekeluargaan", masyarakat sekitar sangat menghormati tamu-tamunya dengan baik dan ramah. Pesan makanan dengan masakan "rumah" pun anda juga bisa dilayani dengan baik.

Pilihan menginap lainnya anda bisa memilih hotel di pantai Batu Karas, dapat di jangkau tidak jauh dari Green Canyon,  hanya 15 menit dengan kendaraan anda sudah bisa merasakan deburan ombaknya. Di Batu Karas, tempat yang ideal untuk bersepi menikmati ombak dan belajar surfing, lengkap sudah wisata anda, air asin dan tawar melengkapi liburan akhir pekan anda dan keluarga.

#7 Kunjungi destinasi lainnya yang tidak jauh dari Green Canyon

surfing di pantai batu karas
Berwisata di Green Canyon, kami sarankan anda mengatur waktu cukup baik. Pilihan waktu selama tiga hari dan dua malam adalah yang ideal dan cukup, kurang dari itu anda tidak akan berkesempatan berkunjung ke beberapa lokasi menarik lainnya yang berdekatan dengan Green Canyon. Selain Pangandaran, masih ada beberapa destinasi lainnya yang patut dipertimbangkan, Taman Wisata & Cagar Alam Pananjung, pantai karang tajam Batu Hiu dan Penangkaran Penyu Batu Hiu, pantai Batu Karas dan pantai Mandasari. Lokasi yang perlu dipertimbangkan untuk dikunjungi

#8 Satu jam atau Tiga jam di Green Canyon?

semi body rafting
Semi Body Rafting, dimulai dari dermaga Ciseurueh dengan perahu wisata hingga Green Canyon. Dilanjutkan dengan berenang di sekitarnya sekitar 500 meter dengan durasi kurang dari satu jam. Sewa life jacket dan pemandu adalah biaya diluar sewa perahu yang dibeli di loket masuk.

Full Body Rafting, untuk minimal sepuluh orang dan didampingi oleh dua orang pemandu yang berangkat dari hulu sungai Cijulang dan menempuh jarak pengarungan sejauh 5 km atau dengan durasi 3-4 jam
Explore Pangandaran
open trip explore bromo

1.29.2024

Yang Perlu Anda Catat Sebelum Berwisata di Green Santirah


Wisata Santirah atau Green Santirah, adalah destinasi baru dari desa Selasari, Parigi, Pangandaran dan tidak butuh waktu lama langsung populer dengan aktivitas River Tubing menyusul saudara tuanya Green Canyon dan Body Raftingnya. Sebelum akhirnya Anda dan rombongan memutuskan berwisata di Santirah, simak catatan penting berikut sekiranya bisa menjadi panduan dan informasi yang berguna untuk mematangkan rencana wisata Anda.

1# Tidak Jauh dari Pangandaran atau Green Canyon



Green Santirah adalah bagian dari wilayah desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Dari pantai Pangandaran, dengan kendaraan roda empat dapat tempuh ± 1 jam perjalanan atau dengan jarak 24 kilometer. Jarak termpuh dari Green Canyon pun tidak jauh berbeda dengan Pangandaran, karena posisi Santirah berada ditengah antara Pangandaran dengan Green Canyon.

Baca Juga: Rute Perjalanan dari Jakarta ke Pangandaran

2# Tiga Hari Adalah Waktu Yang Cukup

Jika datang dari Jakarta atau Yogyakarta, Merencanakan wisata ke Green Santirah, Anda bersama rombongan akan melakukan perjalanan jauh dan panjang. Minimal akan menghabiskan 8 (delapan) jam perjalanan jika menggunakan kendaraan darat, dari Jakarta cenderung bisa lebih lama lagi hingga 10-12 jam.
Khusus Anda yang menggunakan mobil pribadi, perlu mempertimbangkan sopir cadangan agar bisa saling bergantian jika lelah dalam perjalanan. Pentingkan keamanan dan kenyamanan karena tujuan kita saat ini adalah untuk berwisata
Berangkat Jum'at malam dan berakhir pada Minggu siang adalah waktu yang optimal untuk berwisata di Pangandaran dan Green Santirah. Namun jika menggunakan transportasi udara, Anda bisa perlu waktu dua hari saja, layanan penerbangan satu-satunya dari Susiair, melayani jalur penerbangan dari Bandara Halim Perdana Kusuma - Nusawiru Pangandaran setiap harinya.

curug tirai di wisata santirah

3# Waktu Yang Tepat adalah Hari Biasa, Pagi dan Awal Musim Hujan

Jika Anda membawa rombongan besar, 50 orang keatas lebih baik memilih waktu hari kerja (senin-jumat) bukan weekend (sabtu-minggu) apalagi high season atau liburan hari besat dan sekolah. Anda bersama rombongan tidak perlu antri dan bergantian menggunakan perlengkapan river tubing yang terbatas.

Namun jika terpaksa tidak ada pilihan lainnya, gunakan waktu paling pagi. Udara pagi yang bersih dan badan masih terasa fit untuk menghadang dinginnya air sungai Santirah. Dengan memilih waktu paling pagi juga terhindar harus antri atau bergantian menggunakan tubing.

Khusus pencinta adrenaline, yang butuh lebih dari sekedar aktivitas river tubing. Debit air sungai Santirah akan maksimal saat musim hujan. Anda akan bisa merasakan meluncur deras di jeram-jeram Santirah secara maksimal. Untuk musim dan debit seperti ini sebaiknya tidak melibatkan anak-anak, demi keamanan.

menembus lorong gua-goa di sungai green santirah selasari

4# Jomblo, Jangan Datang Sendiri Baiknya Berkegiatan Bareng Rombongan

River Tubing di Green Santirah hakekatnya adalah kegiatan kelompok (team), meskipun river tubing sebagai perlengkapan personal atau perorangan. Dari titik start hingga finish, semua melakukannya secara bersama-sama bahkan tidak diperkenankan untuk melaju sendirian tanpa pengawasan pemandu atau lepas dari rombongan.

Yang bikin seru bukan hanya tantangan dari riam dan jeram di sungai Santirah, anggota kelompok juga turut menyumbang dan bikin heboh selama pengarungan sungai berlangsung. Melaju dan bergerak serentak beriringan bersama, aktivitas river tubing di Santirah juga akan mendorong teman atau keluarga semakin kompak.

riam jeram di river tubing green santirah

5# Perlengkapan Penting Yang Harus Dibawa

River Tubing adalah aktivitas pengarungan di permukaan air sungai dengan perahu tubing dari ban dalam. Meskipun tubuh para pengarung tidak langsung bersentuhan dengan air sungai, baju yang Anda kenakan pasti basah, jangan lupa bawa baju ganti 1). Pilih baju renang 2) untuk river tubing, atau kenakan bahan yang tidak terlalu tebal dan mudah kering. Jeans tidak direkomendasikan untuk dikenakan pada aktivitas ini.

Kamera underwater 3), jenis pocket atau action cam wajib dibawa jika punya. Saat pengarungan sungai Anda bisa bawa sendiri atau minta bantuan pemandu untuk proses dokumentasi selama berkegiatan.

6# Booking Tiket Sebelumnya Lebih Baik

Beli langsung tiket di lokasi, pastinya tidak ada larangan. Namun lebih baik jika jauh hari sebelumnya pesan secara online melalui marketing kami. Keuntungannya adalah Anda bisa mendapatkan informasi lebih detail hingga pada hari pelaksanaannya.

Explore Pangandaran
open trip explore bromo

10.10.2015

Tiga Hari Dua Malam Wisata Pangandaran - Green Canyon

paket wisata 3 hari 2 malam di Pangandaran hingga Green Canyon
Pengalaman Seru bersama teman sekantor selama tiga hari dua malam menjelajahi kawasan Pangandaran (Pantai Timur dan Taman Laut Pangandaran), Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Pananjung, pantai Batu Hiu, pantai Batu Karas dan Green Canyon (Cukang Taneuh). Menginap satu malam di Pangandaran dan semalam di pantai Batu Karas, dengan berbagai macam aktivitas dan kegiatan, menyatukan hubungan kerja lebih harmonis lagi setelah kembali ke dunia kerja sehari-hari.

Kisah perjalanan selama tiga hari ini sebagai acuan dan ilustrasi untuk Paket Wisata Green Canyon - Pangandaran 3N2D. Kami sajikan informasi perjalanan pertema kegiatan dan bisa menjadi panduan rencana agenda wisata anda selama di Pangandaran hingga Green Canyon.

1# Selama Perjalanan Jakarta - Pangandaran

berbagai permainan yang tidak membosankan selama perjalanan
Perjalanan Jakarta - Pangandaran, dimulai dari hari Jum'at pagi. Perjalanan selama kurang lebih delapan jam kali ini sangat menyenangkan dan tidak membosankan, karena ada team kreatif dari kantor yang mengemas berbagai permainan dan kuis yang melibatkan semua penumpangnya. Seruuuu dan pecah.. banjir hadiah, banjir tepuk tangan dan tawa canda meriah.

Karena mempertimbangkan agar bisa tetap menjalankan shalat Jum'at buat peserta yang Muslim, perjalanan akan berhenti untuk istirahat di Liwet Asep Stoberi Nagrek, makan siang dan sekaligus shalat Jum'at di Nagrek. Persis menemukan lokasi rumah makan yang lengkap dengan semua itinerary kita.  Meski berwisata tetapi tetap menjalankan perintah Tuhan yang utama.

2# Semalam di Pangandaran

kolam renang arnawa hotel
Selepas Magrib rombongan sudah masuk gerbang Pangandaran, dan langsung menuju penginapan untuk istirahat dan mengumpulkan energi persiapan acara besoknya yang cukup padat dan menguras energi. Kami memilih Hotel Arnawa Pangandaran,  yang memenuhi syarat kenyamanan untuk pelayanan dan fasilitas dan sanggup menampung cukup banyak pengunjung.

Berenang malam, sebelum istirahat.. sepertinya tidak bisa begitu saja mengabaikan beningnya air kolam renang, menceburkan badan yang penat sepertinya adalah satu-satunya pilihan yang bijak dari pada langsung terlelap di keheningan malam.

3# Menyongsong pagi di Pantai Timur Pangandaran

menyaksikan sunrise di pantai timur pangandaran
Selepas subuh, beberapa orang dari seluruh rombongan bergegas menuju Pantai Timur Pangandaran. Tidak seluruhnya mengikuti acara jalan pagi ini, dan lebih memilih terlelap dibalik selimut hangatnya. Tidak menjadi soal, karena seluruh rangkaian kegiatan dibikin sesantai mungkin dan peserta berhak untuk memilih bagian mana yang akan diikuti atau tidak.

di Pantai Timur Pangandaran, tidak saja mendapatkan pemandangan elok saat mentari pagi sedang menyembul pelan dari peraduannya, juga menyaksikan aktivitas para nelayan Pangandaran yang sudah mulai beraksi mempersiapkan jaring dan mengumpulkan ikan di tepian pantai.

4# Mengarungi Samudra Pangandaran

menerjang gelombang laut pantai timur pangandaran
Setelah sarapan pagi di Hotel, semua peserta nampak lebih bugar dan segar dengan istirahat yang nyaman dan cukup. Lengkap dengan pakaian lebih santai tapi tetap terlindung oleh cream tabir surya untuk menjaga kulit tersengat matarahi langsung, dan karena satu hari ini lebih banyak diluar ruangan untuk aktivitas yang lebih seru.

Agenda pertama adalah menyusuri Pantai Timur Pangandaran dengan perahu wisata. Alhamdulillah cuaca cukup bersahabat, langit biru cerah dan laut dalam kondisi lebih jernih. Jika sebelumnya hujan, kondisi kejernihan air laut akan terpengaruh secara langsung, agak keruh dan mempengaruhi keindahan panorama underwater.

5# Snorkeling di Taman Laut

Snorkeling di Taman Laut Pantai Timur Pangandaran
Beberapa spot unik di sepanjang Pantai Timur kami kunjungi, seperti Batu Layar dan Batu Buaya sebagai salah satu fenomena alam yang cukup unik, batuan yang terkikis oleh angin dan ombak laut sehingga menyerupai bentuk tertentu yang kita kenal. Tapi jelas bahwa di perairan ini tidak ada Buaya beneran..sooo.. jangan kuatir yaa..

Setiap perahu wisata yang beroperasi di pantai Pangandaran, sudah melengkapi perlengkapannya untuk aktivitas Snorkeling. Tiap orang akan mendapatkan Life Jacket, Gogle dan Snorkel, dibayarkan dengan satu paket lengkap Pangandaran Underwater.

Pada awalnya sih, beberapa orang agak ragu-ragu.. bener neh mau nyebur di tengah-tengah perairan? amankah? bagaimana kalo ada hiu? buaya? hehheehe tapi begitu satu dan dua orang berani memulai, lebih-lebih mulai dikerumuni oleh ikan-ikan hias berbagai ukuran dan warna. Satu persatu menyusul meninggalkan perahu yang kosong penumpangnya.. asiikkkk euyyy.. seumur-umur belum pernah berenang bareng ikan-ikan... layaknya Deni Manusia Ikan kita...

6# Jelajah Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran

dikedalaman gua lanang pangandaran
Tak cukup mudah mengajak mereka yang asik berenang dan menyelam mengamati ikan dan pemandangan bawah laut Pangandaran. Tapi masih cukup banyak aktivitas dan destinasi lainnya yang harus dikunjungi hari ini sesuai rencana. Meski terasa enggan, akhirnya terkumpul juga di perahu masing-masing. Empat perahu kembali menyalakan mesin dan melaju, bukan untuk kembali ke hotel tapi berlabuh di pantai pasir putih Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran.

Selanjutnya kita akan memasuki kawasan konservasi satwa liar, melalui pintu masuk Gua Parat. Gua yang terbentuk oleh proses alam yang disebut Gua Karst. Perlengkapan penerangan untuk memasuki gua juga sudah dipersiapkan, dan perjalanan dipandu oleh Kang Diran yang mengenal seluk beluk gua berikut sejarah historisnya. Berbagai macam pertanyaanpun bergulir deras dari para rombongan, dan dijawab satu-persatu agar tidak jadi penasaran lagi..

Tidak saja hanya gua Karst, tapi gua-gua Jepang peninggalan sejarah perang dunia kedua juga cukup banyak tersebar di area TWA dan Cagar Alam Pananjung. Sejarah kerajaan dan masuknya Islam melengkapi khazanah pengetahuan baru tentang Pangandaran, juga dengan kehidupan satwa liar yang secara langsung dan lebih dekat dengan pengunjung, memudahkan kami mengabadikan dengan kamera pocket atau kamera hp masing-masing.

7# Pantai Ganas Yang Elok di Batu Hiu

tepat untuk santai dan rilex di batu hiu
Perjalanan berikutnya adalah menuju Batu Karas, untuk check in penginapan. Tapi diantara perjalanan Pangandaran - Batu Karas, kita tidak akan melewatkan destinasi yang tak kalah ciamiknya dengan pantai-pantai yang lain, pantai Batu Hiu namanya. Ombak pantai Batu Hiu terkenal ganas, cukup tinggi dan deras bergulung menerjang tajamnya batuan karang padas di sepanjang garis pantainya.

Pantai yang tidak aman untuk berenang, tapi sangat nyaman untuk bersantai dan berphoto selfie atau groupie. Tengah hari tepat matahari memancarkan teriknya, gerah dan panas. Tapi karena sekeliling pantai Batu Hiu cukup teduh, suasana siang enak pas banget nongkrong di warung-warung dan menikmati makan siang atau sekedar menikmati satu buah kelapa segar.

di Pantai Batu Hiu, tidak benar-benar nyata ada Hiu disini. Diambil namanya karena ada beberapa batu karang karena proses pengikisan menampakkan dirinya mirip dengan sirip ikan hiu, dan akhirnya diabadikan dalam sosok patung Hiu dengan mulut menganga lebar, sekaligus sebagai pintu masuk lokasi yang unik.

8# Bersama Penyu di Pelestarian Biota Laut Batu Hiu

lebih dekat dengan penyu laut
Setelah cukup nyaman bersantai di pantai, semua rombongan bergerak dengan jalan kaki tidak lebih dari 500 meter menuju Pusat Penangkaran Penyu Batu Karas yang diwadahi oleh Kelompok Konservasi Biota Laut - Batu Karas.

Rombongan ditemui langsung oleh pendiri serta inisiatornya, Pak Didin dan berdialog seputar sejarah pendiriannya hingga visi kedepannya untuk pelestarian biota laut. Diakhir diskusinya pak Didin mempersilahkan semua orang untuk memegang dan berfoto langsung dengan beberapa penyu pilihan yang aman untuk bertemu dengan manusia.

9# Malam ke Dua di Pantai Batu Karas

surfing di batu karas
Malam kedua di Batu Karas, sengaja kita memilih penginapan di Pondok Cowet, Batu Karas. Suasananya jelas beda dengan Pangandaran yang ramai dengan hiruk pikuk penggiat pariwisata Indonesia. Malam hari di pantai Batu Karas sangat hening dan sepi, untuk keperluan makan malam saja jika kita tidak memesan sebelumnya beberapa restauran yang buka disiang hari sudah tutup. Tapi malam ini kita punya rencana sendiri dengan sajian barbeque untuk santap malam di Batu Karas.

Pantai Batu Karas juga dikenal sebagai pantainya para pemburu ombak, bahkan sudah menjadi pemandangan umum di areal pantai para remaja lokal bahkan anak-anak sudah menenteng papan selancar dan sangat lihai memainkan keseimbangannya diantara pusaran ombak Batu Karas.

10# Body Rafting Green Canyon

serunya body rafting di green canyon
Jangan lupa sarapan, pesan yang sangat penting sebelum melakukan aktivitas body rafting di Green Canyon. Saat perut kosong, sangat memungkinkan terserang kram perut saat berlama-lama dengan air dingin di sungai Cijulang. Dan pagi ini di Villa Pondok Cowet kami sudah mulai aktif dari jam 06.00 dini hari dengan pembuka kegiatan, sarapan pagi nasi goreng ceplok telor... sedaapppnyaa... hehhe

Rombongan meninggalkan penginapan dan sekaligus check out menuju parkir timur Green Canyon, memilih perlengkapan safety yang cocok, mendengarkan briefing teknis tentang keamanan dan kenyamanan dalam aktivitas body rafting dan masing-masing kelompok diantar dengan mobil pickup menuju hulu sungai Cijulang di titik start Guha Bau.

Hampir seharian semua bergembira dari hulu hingga sampai ke Green Canyon, berbagai aksi loncat, menerjang jeram dan riam serta tentu saja berfoto-foto. Tanpa kamera, tentu saja aktivitas Body Rafting akan bisa ditempuh lebih cepat dari jadwal yang seharusnya. Tapi siapa yang bisa nahan tidak ber selfie atau groupie di panorama cantik diantara lembah hijau Green Canyon... keren dan asik mas.. foto-foto...foto-foto... dan jadwal bergeser dari yang seharusnya...

11# Penutup Kegiatan di Banyu Sagara

makan siang di banyu sagara
Setengah hari bertempur dengan adrenalin dan sejuknya air sungai Cijulang sudah pasti menguran tenaga dan energi. Setelah kembali ke dermaga Cisereuh, semua rombongan bersih-bersih dan berganti pakaian dan siap kembali ke Jakarta. Setelah makan siang dengan menu lokal di rumah makan Banyu Sagara, usai juga perjalanan yang menyenangkan selama tiga hari di Pangandaran hingga Green Canyon... sampai jumpa di petualangan berikutnya... salam...

Gallery Kegiatan Wisata

ngarai hijau green canyon indonesia menyaksikan panorama underwater pangandaran
Explore Pangandaran
open trip explore bromo

2.03.2015

Penangkaran Penyu di Pantai Batu Hiu

penyu laut batu hiu
Pantai Batu Hiu merupakan salah satu destinasi wisata ketika anda berkunjung ke Pangandaran. Tepatnya terletak di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, kurang lebih 14 km dari Pangandaran ke arah Selatan. Pantai ini memiliki panorama yang indah, selain pemandangan ombak yang saling susul. Di pantai ini juga memiliki bukit karang yang cukup besar ditumbuhi rerumputan dan pohon Pandan Wong.

Bukit ini memiliki gerbang berbentuk mulut hiu yang terbuka lebar, jadi ketika kita ingin menaiki bukit tersebut seolah-olah kita masuk kedalam mulut hiu. Ketika berada diatas bukit kita disambut dengan sejuknya angin yang berhembus tiada henti dan pemandangan samudra Indonesia yang luas.
Ada beberapa bagian bukit yang menjorok kearah laut dan dibagian terluar dibuat gazebo untuk menikmati pemandagan laut dengan ombaknya yang saling bersambut
Tidak jauh dari pantai terlihat sebongkah karang yang menjulang keatas, ketika air pasang karang ini berbentuk seperti sirip hiu jika dilihat dari atas bukit, karna itulah mengapa pantai ini dinamakan pantai batu hiu.

Bukit karang yang menjorok di Batu Hiu
Sayangnya dipantai ini kita sulit untuk berenang, karena cukup banyaknya ubur-ubur di pantai ini. Namun kita tidak perlu khawatir jika hanya sekedar bermain ditepi pantai.

Inisiatif mandiri peduli dengan Penyu Laut

tukik, anak penyu
Jangan sampai terlewatkan untuk berkunjung melihat penangkaran penyu yang hanya ada dipantai ini. Uniknya penangkaran penyu ini hanya dikelola oleh satu orang dengan keluarganya yang peduli dengan habitat laut, beliau mendedikasikan dirinya untuk kelangsungan hidup hewan yang sudah langka ini. Peran pemerintah belum dirasakan oleh beliau selama dari tahun 1982 sampai dengan saat ini.

Hanya mengandalkan rasa peduli akan pentingnya ekosistem alam beliau tidak pernah mengeluh dan memohon bantuan dari pihak manapun untuk ratusan ekor penyu yang ada dipenangkarannya. Cita-cita beliau sangat sederhana, ingin cucu dan cicitnya bisa mengenal penyu bukan dari cerita atau gambar, namun bisa melihat langsung bahkan menyentuhnya.

pak didin dan pengunjung
Untuk melihat penangkaran penyu ini kita tidak dipungut biaya apapun oleh pemiliknya. Begitu memasuki halamannya, beliau langsung menyambut dengan senyuman hangatnya dan langsung mengantarkan kita untuk mengenal penyu-penyu yang ada di penangkarannya,  Pengalaman beliau dan informasi yang dimilikinya membuat kita banyak mendapatkan ilmu dan pentingnya menjaga habitat laut demi kelestariannya.
Ada kotak persegi berwarna hitam dengan lubang kecil yang ada didekat pintu masuk, dan diatasnya tertulis pemberian anda untuk membantu membeli makan penyu-penyu disini.
Sangat wajar kita memberikan sedikit apa yang kita miliki dari apa yang telah kita dapat didalamnya. Yang ia lakukan adalah untuk keseimbangan alam dan ekosistem laut, layaknya dapat perhatian dan dukungan dari kita semua.
Explore Pangandaran
open trip explore bromo

11.20.2014

Menyongsong Ombak di Laut Lepas Samudra Indonesia

Berhenti sejenak dan mari beraktifitas snorkeling di Pangandaran
Pangandaran yang dianggap sudah padat masih menawarkan atraksi yang menarik hati. Keseruan dimulai di hari pertama, dari ditarik-tarik oleh monyet, ke goa yang masih hidup dan merasakan ganasnya ombak laut lepas.
Matahari sudah mulai meninggi saat rombongan open trip Go Green Canyon tiba di Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat. Turun dari bus persis di depan restoran tempat kami akan sarapan. Rusa sudah dijumpai di jalanan. Malu-malu rusa, saat didekati ia menjauh.

Setelah bebersih dan makan pagi. Kami segera berjalan ke pintu masuk Cagar Alam Pangandaran. Tujuan pertama kami adalah Goa Lanang, sebuah goa besar di dalam cagar alam. Peserta tour sebelum berjalan lebih jauh diajak berhenti, untuk ice breaking dan mengakrabkan antar peserta dengan sebatang spidol kecil. Orang yang menerima spidol harus menyebutkan nama yang mengasih dan menyebutkan namanya sendiri.

Berpose di Gua Lanang Pangandaran
Goa Lanang adalah salah satu goa di deretan goa di Pangandaran. Goa ini kami datangi karena chambernya yang luas dan di ujungnya terbuka, sinar mentari menerobos dari atas. Menciptakan lokasi eksotis untuk foto. Daru, salah satu peserta yang juga pegiat penelurusan goa bercerita, “Goa ini masih hidup, coba lihat ada tetesan air. Ini salah satu goa ini masih berproses. Tiap tahun laju tumbuh stalaktit hanya 0,13 mm pertahun.”

Setelah berfoto selfie, groufie, bertongsing dan bertongbro, tolong foto bro, kami beranjak naik melalui tangga ke Pantai Pasir Putih. Perjalanan ke pasir putih kami dimanjakan pohon yang meranggas, menciptakan suasana dramatis.

Tiba di pantai, peserta ditawari melakukan senorkling, ini diluar paket yang ditawarkan Go Green Canyon. Peserta membayar 100 ribu untuk perahu, peralatan snorkeling dan perjalanan mengarungi tanjung pangandaran menuju ke pantai barat. Hampir seluruh peserta mengatakan iya.

Lokasi snorkeling persis di depan bagian hutan yang cantik, sayang jenis ikannya tidak terlalu banyak, dan karangnya kurang bermacam-macam. Namun peserta tetap enjoy dan berenang kesana kemari. Kurang sekitar 40 menit di spot itu.

Kami bergerak lagi memutari tanjung

puas bermain di laut lepas
Selama pengarungan ini guide lokal menjelaskan obyek yang menarik. Ada batu layar, karang berbentuk layar perahu, lalu ada karang seperti orang yang duduk. Kemudian ada namanya Karang Bolong. Karang besar yang berlubang, dari tiga perahu. Ada satu perahu yang berani masuk, lubang itu, perahu berbelok di tengah menuju pintu keluar Karang Bolong. Peserta berteriak kegirangan.

“Ini kita di laut lepas, “ kata guide kami. Ombak terasa lebih tinggi dan liar. Kami serasa naik wahana di Taman Impian Jaya Ancol. Ada sekali waktu saat kapal harus menerjang ombak besar, atau dikejar ombak setinggi dua meter.

Mendebarkan tapi seru. “Ini keren banget, apalagi saat melewati Karang Bolong tadi. Seru!” cerita Shelly, peserta yang bekerja di bidang teknologi informasi. Setelah melewati ombak inipun kami mendarat di Pasir Putih Pantai Barat. Sempat mencicipi pecel khas Pangandaran dengan bunga kecombrang dan sate kerang yang gede banget.

Video Penjelajahan Samudra Pangandaran

Explore Pangandaran
open trip explore bromo

11.03.2014

Ornamen Edukasi di Gua Karst Pangandaran

spot unik di Gua Lanang Pangandaran
Wisata Pangandaran memang lebih dikenal dikalangan luas dengan keindahan pantainya, sunset dan sunrise serta berbagai aktifitas water sport yang menantang. Tapi tahukan anda kalau Pangandaran adalah sebagian wilayahnya berada dalam wilayah dan ekosistem karst?

Ekowistem Karst di Pangandaran

Mudah saja untuk memahami apakah suatu daerah tersebut tergolong kawasan karst, dapat di temui banyaknya gua-gua yang terjadi karena proses alam (gua alam) dan tentu gua jepang bukan termasuk didalamnya. Lahan permukaan umumnya berbatu, cenderung daerah kering sehingga pertanian masyarakat yang berkembang adalah perladangan. Adanya sungai-sungai bawah tanah dan biasanya daerah tersebut menjadi sasaran bahan baku pabrik semen karena ketersediaan bahan baku dalam bentuk batu gamping.
Apa itu Karst? Kawasan karst merupakan bentang alam yang memiliki kondisi hidrologi dan bentuklahan spesifik yang berkembang di batuan mudah larut (batugamping, marmer, gipsum, halit) dan memiliki banyak rekahan. Kawasan karst dicirikan oleh keberadaan cekungan tertutup, drainase bawah tanah, dan gua.
Gua Parat atau Gua Keramat di Cagar Alam Pangandaran merunduk menuju pasir putih di Gua Parat
Di lapisan permukaan, kawasan karst ditandai dengan terbentuknya bukit-bukit dan lembah-lembah yang terjal. Sedangkan lapisan bawah tanah terjadi pelarutan menyebabkan terbentuknya ruangan-ruangan, lorong sungai bawah tanah, yang di kenal dengan gua atau sistem perguaan.

Gua Karst di Cagar Alam Pangandaran

Untuk membuktikannya, jika anda berwisata di Pangandaran sempatkan untuk melakukan kunjungan ke Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran. Karena anda dapat membuktikan secara langsung keberadaan beberapa Gua Karst sekaligus sebagai muatan edukasi untuk mempelajari proses pembentukan gua alam dan menyaksikan ornamen-ornamen yang terbentuk di dalam gua tersebut.

Gua Lanang/Lanang Cave di Wisata Pangandaran
Goa ini di sebut Goa Lanang karena konon goa ini merupakan keraton kerajaan Galuh yang pertama. Didalam Goa ini terdapat stalaktit dan stalagmit yang sangat indah serta terdapat juga satwa kelelawar
Beberapa Gua Karst yang dapat anda masuki di kawasan cagar alam adalah Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, Gua Parat, Gua Panggung. Gua Lanang dan Gua Parat adalah salah satu gua yang cukup besar untuk bisa di eksplorasi oleh banyak orang, dan yang menarik dari kedua Gua ini memiliki dua pintu keluar masuk yang tembus, jadi anda tidak perlu kembali lagi dan dapat melanjutkan ke rute spot wisata lainnya.

Memahami Ornamen-ornamen Dalam Gua Karst

Meskipun ornamen-ornamen gua yang anda temui di kawasan Cagar Alam ini sudah tidak bisa berkembang dan tumbuh lagi, karena terhentinya aliran air sebagai pemicu proses pembentukannya. Tidak ada salahnya jika kita mencoba memahami serta mempelajari bagaimana proses pembentukan yang terjadi pada beberapa ornamen tersebut.

beragam ornamen gua di gua lanang pangandaran
• Stalaktit ( stalactite )
Terbentuk dari tetesan air dari atap gua yang mengandung kalsium karbonat (CaCO3 ) yang mengkristal, dari tiap tetes air akan menambah tebal endapan yang membentuk kerucut menggantung dilangit-langit gua. Berikut ini adalah reaksi kimia pada proses pelarutan batu gamping : CaCO3 + CO2 + H2O à Ca2 + 2HCO3

• Stalakmit ( stalacmite )
Merupakan pasangan dari stalaktit, yang tumbuh di lantai gua karena hasil tetesan air dari atas langit-langit gua.

• Tiang ( Column )
Merupakan hasil pertemuan endapan antara stalaktit dan stalakmit yang akhirnya membentuk tiang yang menghubungkan stalaktit dan stalakmit menjadi satu.

• Tirai (drapery)
Tirai (drapery) terbentuk dari air yang menetes melalui bidang rekahan yang memanjang pada langit-langit yang miring hingga membentuk endapan cantik yang berbentuk lembaran tipis vertikal.

• Teras Travertin
Teras Travertin merupakan kolam air di dasar gua yang mengalir dari satu lantai tinggi ke lantai yang lebih rendah, dan ketika mereka menguap, kalsium karbonat diendapkan di lantai gua.

Fauna Gua di Cagar Alam Pangandaran

Ekosistem gua adalah ekosistem yang asing, seasing lingkungannya yang gelap, lembab dan tidak mudah untuk di capai. Gua merupakan tempat berlangsungnya proses adaptasi dan evolusi berbagai jenis organisme. Gua yang terbentuk menciptakan sebuah habitat bagi makhluk hidup lainnya. Kondisi gua yang gelap dan sumber bahan organik yang terbatas menciptakan habitat unik dan menarik untuk dipelajari.

Beberapa jenis serangga dapat anda jumpai di dalam gua, mulai dari semut, jangkrik, laba-laba dan landak. Keberadaan kelelawar dapat dikenali langsung melalui bau khas guano (kotoran kelelawar) saat mulai memasuki mulut gua. Reptil lain yang cukup besar seperti biawak, menjadikan gua-gua ini sebagai tempat perlindungan dari teriknya matahari.
Biawak yang mencari perlindungan di gua-gua di Cagar Alam Pangandaran

Pantai dengan Pasir Putihnya untuk Snorkeling

Setelah puas menikmati, mempelajari dan mengeksplorasi kawasan Taman Wisata Alam Pangandaran berikut dengan gua-gua alam dan jepangnya. Saya yakin anda cukup letih dan berkeringat mengingat cakupan luasan area ini cukup besar. Membasuh badan di pantai pasir putih yang masih berada dalam kawasan adalah penutup yang paling berkesan untuk perjalanan yang melelahkan ini. Anda bisa menyewa perahu wisata dan berkiling di sekitarnya atau menyewa peralatan snorkeling dan menyaksikan keindahahan bawah laut.... segerrrnyaaaa..

Pantai Pasir Putih Taman Wisata Alam Pangandaran
Explore Pangandaran
open trip explore bromo