// API callback
related_results_labels_thumbs({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-202343864192463725"},"updated":{"$t":"2023-11-16T00:31:01.997+07:00"},"category":[{"term":"wisata pangandaran"},{"term":"adventure"},{"term":"destination"},{"term":"pangandaran"},{"term":"travel story"},{"term":"wisata green canyon"},{"term":"aktivitas"},{"term":"gallery"},{"term":"wisata"},{"term":"wisata bahari"},{"term":"wisata pantai"},{"term":"konservasi"},{"term":"wildlife"},{"term":"wisata edukasi"},{"term":"body rafting"},{"term":"cagar alam"},{"term":"fasilitas"},{"term":"green canyon"},{"term":"pantai"},{"term":"penginapan"},{"term":"wisata batu hiu"},{"term":"banyu sagara"},{"term":"batu karas"},{"term":"boat tour"},{"term":"edukasi"},{"term":"kuliner"},{"term":"satwa liar"},{"term":"wisata batu karas"},{"term":"batu hiu"},{"term":"green santirah"},{"term":"home stay"},{"term":"kuliner sunda"},{"term":"masakan"},{"term":"penginapan green canyon"},{"term":"penyu"},{"term":"snorkeling"},{"term":"story"},{"term":"tips wisata"},{"term":"underwater pangandaran"},{"term":"bungalow"},{"term":"citumang"},{"term":"curug taringgul"},{"term":"green coral"},{"term":"green valley"},{"term":"home stay batu karas"},{"term":"hotel"},{"term":"karst"},{"term":"kuliner pangandaran"},{"term":"paket wisata"},{"term":"penangkaran penyu"},{"term":"penginapan batu karas"},{"term":"river tubing"},{"term":"selancar"},{"term":"surfing"},{"term":"tour green canyon"},{"term":"trip green canyon"},{"term":"villa"},{"term":"wisata citumang"}],"title":{"type":"text","$t":"Green Canyon Pangandaran"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Paket Wisata \u0026amp; Tiket Body Rafting Green Canyon Pangandaran"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.gogreencanyon.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/202343864192463725\/posts\/default\/-\/cagar+alam?alt=json-in-script\u0026max-results=3"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.gogreencanyon.com\/search\/label\/cagar%20alam"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/202343864192463725\/posts\/default\/-\/cagar+alam\/-\/cagar+alam?alt=json-in-script\u0026start-index=4\u0026max-results=3"}],"author":[{"name":{"$t":"Explore Pangandaran"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08716386239712407931"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"4"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"3"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-202343864192463725.post-2571061678398034296"},"published":{"$t":"2016-02-18T16:52:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2016-02-19T06:48:16.238+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"cagar alam"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"konservasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pangandaran"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"satwa liar"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"wildlife"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"wisata pangandaran"}],"title":{"type":"text","$t":"Penghuni Gua Parat: Landak Jawa yang Sadar Kamera"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-7DsqnhOcNa4\/VsRCCgWo98I\/AAAAAAAACK4\/HaBA12c98QU\/s1600\/landakjawa.jpg\" imageanchor=\"1\"\u003E\u003Cimg alt=\"Landak Jawa di Gua Parat Pangandaran Jawa Barat\" border=\"0\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-7DsqnhOcNa4\/VsRCCgWo98I\/AAAAAAAACK4\/HaBA12c98QU\/s780\/landakjawa.jpg\" title=\"Landak Jawa salah satu jenis atau spesies endemik Jawa Barat\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003ESetiap ada kisah tentang \"Penghuni Gua\" siapa saja yang mendengarnya pasti akan merinding, selalu terkesan dengan cerita horor berbau hantu dan mistik. Tapi kali ini berbeda dengan Penghuni Gua yang satu ini, sudah jinak, lucu juga imut dan selalu menyambut tamu-tamunya dengan ramah dan hangat.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ELandak Jawa \u003C\/b\u003E(\u003Ci\u003E\u003Cu\u003EHystrix\u003C\/u\u003E \u003Cu\u003Ejavanica\u003C\/u\u003E\u003C\/i\u003E) adalah mamalia yang unik karena memiliki duri-duri yang keras menutupi kulitnya, yang dipergunakan sebagai pertahanan diri menghadapi pemangsa, duri-durinya bisa berdiri tegak menutupi dan melindungi seluruh tubuhnya yang lunak. Seekor landak mampu menghempaskan duri-duri yang tebal dan kaku itu ke tubuh pemangsa, duri-duri tersebut bisa terlepas dan menancak ke tubuh pemangsa untuk membuatnya jera. \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-UrNRlTWk66U\/VsREwbVuH7I\/AAAAAAAACLE\/yolIQLK7BhM\/s1600\/goa-parat.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"goa parat atau goa keramat di taman wisata alam pangandaran jawa barat\" border=\"0\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-UrNRlTWk66U\/VsREwbVuH7I\/AAAAAAAACLE\/yolIQLK7BhM\/s780\/goa-parat.jpg\" title=\"salah satu destinasi wisata di jawa barat yang jangan pernah anda lupakan untuk dikunjungi adalah goa parat di pangandaran\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EMulut Gua Parat, dari gua ini anda bisa langsung mengakses pantai pasir putih Pangandaran atau sebaliknya memasuki kawasan Taman Wisata Alam dan Cagar Alam melalui laut dengan perahu wisata\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\nGua bukanlah rumah aslinya, Landak sebagai binatang pengerat seperti tikus dan kelinci ini umumnya membuat sarang di dalam tanah, memiliki kesanggupan membuat lubang dalam tanah hingga 5 meter dalamnya dan biasanya terdiri dari beberapa lubang, pintu masuk dan keluar dibuatnya terpisah. Di dalam gua Parat, landak-landak ini tidak perlu lagi membuat lubang lagi, mereka memanfaatkan lorong-lorong sempit bentukan asli gua.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAwalnya ada sepasang landak yang mendiami gua Parat di Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran, diberi nama dan julukan  Joni dan Lince. Rupanya di rumah barunya ini kebutuhan terhadap makanan cukup berlimpah, sehingga sepasang landak ini berhasil berkembang biak menjadi sebuah keluarga uang utuh, terakhir terhitung sudah terdapat 8 (delapan) ekor landak yang sehat dan gemuk hasil keturunan Bapak Joni dan Ibu Lince. Ada yang punya saran untuk nama-nama anaknya?.. \u003Ci\u003E*silahkan diisi di baris komentar ya..\u003C\/i\u003E  \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSatu keluarga \"sakinah\" landak-landak penghuni Gua Parat ini sudah sangat akrab dengan para pengunjung dan wisatawan. Mereka tidak takut sama manusia, kebalikannya dengan para pengunjung yang kuatir dengan binatang di kegelapan gua. Sangat dimaklumi karena rata-rata mereka yang datang, ini kali pertama berjumpa dengan sosok landak dari dekat secara langsung, bukan di kandang atau dari layar televisi. \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cblockquote\u003E\nKeempat spesies Landak ini, oleh IUCN Redlist dimasukkan dalam kategori LC (Least Concent atau Resiko Rendah) yang artinya spesies landak ini belum terancam kepunahan. Namun ini tercatat belum dievaluasi lagi sejak 2001. Perlu menjadi catatan ulang bahwa keempat jenis ini termasuk jenis endemik yang memiliki resiko tinggu untuk punah.\u003C\/blockquote\u003E\nSetiap ada yang datang dan dipanggil pasti akan segera keluar dari lobangnya dan berharap ada yang membawa makanan untuk pasangan berikut anak-anaknya. Setiap pengunjung yang diantar oleh Pemandu, akan diinformasikan sebelumnya untuk membawa bekal makanan ringan seperti kacang atau sayuran. Jika diberikan makanan, landak-landak ini sedikitpun tidak gentar untuk mengambil langsung dari tangan, anda tinggal menyodorkan pelan-pelan ke mulut mereka dengan tangan terbuka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTidak hanya berani menghadapi para wisatawan, landak-landak ini juga tidak pernah terusik dengan lampu flash dari kamera pengunjung. Mereka akan tetap sibuk dengan makanannya sementara pengunjung bergantian berfoto dengannya. Atau justru mereka sudah nyadar tentang transaksi\u003Ci\u003E\u003Cb\u003E \"makanan untuk foto\"??\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cblockquote\u003E\nLandak Jawa banyak ditemukan di hutan, dataran rendah, kaki bukit, dan area pertanian. Makanan Landak Jawa adalah rumput, daun, ranting, akar, buah-buahan dan sayur-sayuran.\u003C\/blockquote\u003E\nLandak-landak tersebut sudah tinggal permanen dan nyaman di dalam gua Parat, dan mulai tergantung dengan makanan-makanan yang dibawa pengunjung. Menurut Kang Diran, Pemandu setempat pihak pengelola juga memberikan makanan secara berkala sebagai tambahan untuk landak-landak yang sudah berkembang semakin banyak ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\nEmpat Spesies Endemik Indonesia\u003C\/h2\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-EY90EghoPFE\/VsRFHZ-yWBI\/AAAAAAAACLI\/fcBnR5PP3EQ\/s1600\/wisata-goa.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"jangan lupa membawa penerangan saat masuk goa parat atau goa keramat\" border=\"0\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-EY90EghoPFE\/VsRFHZ-yWBI\/AAAAAAAACLI\/fcBnR5PP3EQ\/s780\/wisata-goa.jpg\" title=\"goa parat di pangandaran, salah satu destinasi wisata jawa barat\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGelap dan Sunyi Abadi, itulah nama lain dari kondisi didalam gua-gua alam atau gua karst di Pangandaran. Membawa penerangan \u0026nbsp;diwajibkan saat anda memasuki lorong-lorong gua\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\nMenurut catatan \u003Ca href=\"http:\/\/alamendah.org\/2009\/11\/15\/landak-satu-nama-untuk-empat-spesies\/comment-page-9\/#comment-72990\" target=\"_blank\"\u003EAlamenda\u003C\/a\u003E, Indonesia memiliki 4 (empat) jenis landak endemik dari puluhan jenis landak dunia. Keempat jenis landak tersebut adalah \u003Cb\u003EMalayan Porcupine\u003C\/b\u003E (\u003Ci\u003EHystrix brachyura\u003C\/i\u003E), \u003Cb\u003ESunda Porcupine\u003C\/b\u003E (\u003Ci\u003EHystrix javanica\u003C\/i\u003E), \u003Cb\u003ESumatran Porcupine\u003C\/b\u003E (\u003Ci\u003EHystrix sumatrae\u003C\/i\u003E), dan \u003Cb\u003EBornean Porcupine\u003C\/b\u003E (\u003Ci\u003EThecurus crassispinis\u003C\/i\u003E).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cblockquote\u003E\nEndemisme atau Endemik dalam ekologi adalah organisme yang unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau,  negara, atau zona ekologi tertentu. Menjadi endemik karena ditemukan hanya di suatu tempat dan tidak ditemukan di tempat lain. \u003C\/blockquote\u003E\n\u003Ch2\u003E\nBeberapa Fakta dan Informasi tentang Landak\u003C\/h2\u003E\nDi alam, satwa ini bersembunyi di dalam lubang saat siang hari, dan keluar dari lubang persembunyiannya pada malam hari untuk mencari makan. Mereka layaknya tikus suka mengendus-endus tanah dan mondar-mandir di sekitar sarang. Hal ini di maksudkan untuk mendapatkan sumber pakan atau mengantisipasi jika ada bahaya. Apabila dalam keadaan terdesak satwa ini akan menggunakan rambut yang seperti tusuk sate (duri) tersebut yang berperan sebagai pelindung atau sebagai senjata. Sedangkan kaki depan landak selain digunakan untuk berjalan, kedua kaki depan landak berfungsi juga untuk menggali tanah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKarena termasuk hewan pengerat, maka sering kali Landak memegang batu dan menggerogoti batu itu untuk mengurangi pertumbuhan giginya. Gigi (dentes) pada landak berfungsi untuk memotong dan mengunyah makanannya. \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cblockquote\u003E\nBagi para petani, Landak dianggap sebagai hama karena sering merusak tanaman sayur di ladang dan persawahan.\u003C\/blockquote\u003E\nPada saat tidur, Landak biasanya berbaring tengkurap dengan posisi keempat kakinya menyamping dan perut diletakkan di tanah tentu dengan memejamkan matanya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBila sedang kawin Landak akan lebih aktif dan agresif, khususnya landak jantan. Ekor landak jantan akan bergerak-gerak dan memutar-mutar ke segala arah di sekitar landak betina. Landak betina cenderung lebih pasif dan jarang bergerak saat kawin, dan hanya sesekali mengikuti gerak landak jantan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\nKlasifikasi Landak Jawa\u003C\/h2\u003E\nKingdom : Animalia\u003Cbr \/\u003E\nFilum : Chordata\u003Cbr \/\u003E\nSubphylum : Vertebrata\u003Cbr \/\u003E\nInfraphylum : Gnathostoma\u003Cbr \/\u003E\nSuperclassis : Tetrapoda\u003Cbr \/\u003E\nClassis : Mammalia \u003Cbr \/\u003E\nSubclassis : Theria\u003Cbr \/\u003E\nInfraclassis : Placentalia\u003Cbr \/\u003E\nOrdo : Rodentia\u003Cbr \/\u003E\nSuborder : Hystricomorpha\u003Cbr \/\u003E\nSubordo : Hystricomorpha\u003Cbr \/\u003E\nInfraorder : Hystricognathi\u003Cbr \/\u003E\nInfraordo : Phiomorpha\u003Cbr \/\u003E\nFamilia : Hystricidae\u003Cbr \/\u003E\nGenus : Hystrix\u003Cbr \/\u003E\nSpesies : Hystrix javanica"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.gogreencanyon.com\/feeds\/2571061678398034296\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.gogreencanyon.com\/2016\/02\/landak-jawa-gua-parat-jawa-barat.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/202343864192463725\/posts\/default\/2571061678398034296"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/202343864192463725\/posts\/default\/2571061678398034296"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.gogreencanyon.com\/2016\/02\/landak-jawa-gua-parat-jawa-barat.html","title":"Penghuni Gua Parat: Landak Jawa yang Sadar Kamera"}],"author":[{"name":{"$t":"GO EXPLORE"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13756238327475242170"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-7DsqnhOcNa4\/VsRCCgWo98I\/AAAAAAAACK4\/HaBA12c98QU\/s72-c\/landakjawa.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran, Pangandaran, Pangandaran, Pangandaran, Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-7.7047688 108.65576420000002"},"georss$box":{"$t":"-7.8306443 108.49440270000002 -7.5788933 108.81712570000002"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-202343864192463725.post-1876265686419599704"},"published":{"$t":"2014-11-03T00:24:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2016-02-19T06:56:04.745+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"adventure"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"aktivitas"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"cagar alam"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"destination"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"karst"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"konservasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pangandaran"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"wildlife"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"wisata"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"wisata edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"wisata pangandaran"}],"title":{"type":"text","$t":"Ornamen Edukasi di Gua Karst Pangandaran"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-YEw6mKA_l3E\/VFZV8elRc1I\/AAAAAAAAAKk\/QOuBL9s_mV0\/s1600\/gua_lanang.jpg\" title=\"Wisata menarik di Gua Lanang Cagar Alam Pangandaran\"\u003E\u003Cimg alt=\"spot unik di Gua Lanang Pangandaran\" border=\"0\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-YEw6mKA_l3E\/VFZV8elRc1I\/AAAAAAAAAKk\/QOuBL9s_mV0\/s760\/gua_lanang.jpg\" title=\"gua-gua karst pendukung wisata jawa barat\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nWisata Pangandaran memang lebih dikenal dikalangan luas dengan keindahan pantainya, sunset dan sunrise serta berbagai aktifitas \u003Ci\u003Ewater sport\u003C\/i\u003E yang menantang. Tapi tahukan anda kalau Pangandaran adalah sebagian wilayahnya berada dalam wilayah dan ekosistem karst?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003EEkowistem Karst di Pangandaran\u003C\/h2\u003EMudah saja untuk memahami apakah suatu daerah tersebut tergolong kawasan karst, dapat di temui banyaknya gua-gua yang terjadi karena proses alam (gua alam) dan tentu gua jepang bukan termasuk didalamnya. Lahan permukaan umumnya berbatu, cenderung daerah kering sehingga pertanian masyarakat yang berkembang adalah perladangan. Adanya sungai-sungai bawah tanah dan biasanya daerah tersebut menjadi sasaran bahan baku pabrik semen karena ketersediaan bahan baku dalam bentuk batu gamping.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cblockquote\u003E\u003Cb\u003EApa itu Karst?\u003C\/b\u003E Kawasan karst merupakan bentang alam yang memiliki kondisi hidrologi dan bentuklahan spesifik yang berkembang di batuan mudah larut (batugamping, marmer, gipsum, halit) dan memiliki banyak rekahan. Kawasan karst dicirikan oleh keberadaan cekungan tertutup, \u003Ci\u003Edrainase\u003C\/i\u003E bawah tanah, dan gua.\u003C\/blockquote\u003E\u003Cimg alt=\"Gua Parat atau Gua Keramat di Cagar Alam Pangandaran\" border=\"0\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-wrd21AxVQCQ\/VBKzNGkFFoI\/AAAAAAAADTg\/L-IrGb1_N9I\/s370\/guaparat.jpg\" \/\u003E \u003Cimg alt=\"merunduk menuju pasir putih di Gua Parat\" border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-coxacdEL6uA\/VFZkNZ1OxYI\/AAAAAAAAALI\/E22WYAyPu2E\/s370\/guaparat.jpg\" title=\"gua parat adalah gua karst pendukung wisata jawa barat\" \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\nDi lapisan permukaan, kawasan karst ditandai dengan terbentuknya bukit-bukit dan lembah-lembah yang terjal. Sedangkan lapisan bawah tanah terjadi pelarutan menyebabkan terbentuknya ruangan-ruangan, lorong sungai bawah tanah, yang di kenal dengan gua atau sistem perguaan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003EGua Karst di Cagar Alam Pangandaran\u003C\/h2\u003EUntuk membuktikannya, jika anda berwisata di Pangandaran sempatkan untuk melakukan kunjungan ke \u003Ca href=\"https:\/\/www.blogger.com\/2014\/09\/taman-wisata-alam-dan-cagar-alam.html\"\u003ETaman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran\u003C\/a\u003E. Karena anda dapat membuktikan secara langsung keberadaan beberapa Gua Karst sekaligus sebagai muatan edukasi untuk mempelajari proses pembentukan gua alam dan menyaksikan ornamen-ornamen yang terbentuk di dalam gua tersebut. \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-nTBksfBbIJY\/VFZiMoaOaZI\/AAAAAAAAAK8\/KpiAUaz834U\/s1600\/lanang_cave.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\" title=\"Gua Lanang\/Lanang Cave Pangandaran\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gua Lanang\/Lanang Cave di Wisata Pangandaran\" border=\"0\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-nTBksfBbIJY\/VFZiMoaOaZI\/AAAAAAAAAK8\/KpiAUaz834U\/s760\/lanang_cave.jpg\" title=\"gua lanang adalah gua karst pendukung wisata jawa barat\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGoa ini di sebut Goa Lanang karena konon goa ini merupakan keraton kerajaan Galuh yang pertama. Didalam Goa ini terdapat stalaktit dan stalagmit yang sangat indah serta terdapat juga satwa kelelawar\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003EBeberapa Gua Karst yang dapat anda masuki di kawasan cagar alam adalah Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, Gua Parat, Gua Panggung. Gua Lanang dan Gua Parat adalah salah satu gua yang cukup besar untuk bisa di eksplorasi oleh banyak orang, dan yang menarik dari kedua Gua ini memiliki dua pintu keluar masuk yang tembus, jadi anda tidak perlu kembali lagi dan dapat melanjutkan ke rute spot wisata lainnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003EMemahami Ornamen-ornamen Dalam Gua Karst\u003C\/h2\u003EMeskipun ornamen-ornamen gua yang anda temui di kawasan \u003Ca href=\"https:\/\/www.blogger.com\/2014\/09\/taman-wisata-alam-dan-cagar-alam.html\"\u003ECagar Alam\u003C\/a\u003E ini sudah tidak bisa berkembang dan tumbuh lagi, karena terhentinya aliran air sebagai pemicu proses pembentukannya. Tidak ada salahnya jika kita mencoba memahami serta mempelajari bagaimana proses pembentukan yang terjadi pada beberapa ornamen tersebut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Q39frchlC7I\/VFZht5Nfk7I\/AAAAAAAAAK0\/hJceWknQ0gY\/s1600\/ornamen_gua_lanang.jpg\" title=\"ornamen gua lanang\"\u003E\u003Cimg alt=\"beragam ornamen gua di gua lanang pangandaran\" border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Q39frchlC7I\/VFZht5Nfk7I\/AAAAAAAAAK0\/hJceWknQ0gY\/s760\/ornamen_gua_lanang.jpg\" title=\"ornamen hidup gua lanang sebagai gua karst pendukung wisata jawa barat\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E• Stalaktit ( stalactite )\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nTerbentuk dari tetesan air dari atap gua yang mengandung kalsium karbonat (CaCO3 ) yang mengkristal, dari tiap tetes air akan menambah tebal endapan yang membentuk kerucut menggantung dilangit-langit gua. Berikut ini adalah reaksi kimia pada proses pelarutan batu gamping : CaCO3 + CO2 + H2O à Ca2 + 2HCO3\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E• Stalakmit ( stalacmite )\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nMerupakan pasangan dari stalaktit, yang tumbuh di lantai gua karena hasil tetesan air dari atas langit-langit gua.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E• Tiang ( Column )\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nMerupakan hasil pertemuan endapan antara stalaktit dan stalakmit yang akhirnya membentuk tiang yang menghubungkan stalaktit dan stalakmit menjadi satu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E• Tirai (drapery)\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nTirai (drapery) terbentuk dari air yang menetes melalui bidang rekahan yang memanjang pada langit-langit yang miring hingga membentuk endapan cantik yang berbentuk lembaran tipis vertikal. \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E• Teras Travertin\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nTeras Travertin merupakan kolam air di dasar gua yang mengalir dari satu lantai tinggi ke lantai yang lebih rendah, dan ketika mereka menguap, kalsium karbonat diendapkan di lantai gua.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003EFauna Gua di Cagar Alam Pangandaran\u003C\/h2\u003EEkosistem gua adalah ekosistem yang asing, seasing lingkungannya yang gelap, lembab dan tidak mudah untuk di capai. Gua merupakan tempat berlangsungnya proses adaptasi dan evolusi berbagai jenis organisme. Gua yang terbentuk menciptakan sebuah habitat bagi makhluk hidup lainnya. Kondisi gua yang gelap dan sumber bahan organik  yang terbatas menciptakan habitat unik dan menarik untuk dipelajari.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeberapa jenis serangga dapat anda jumpai di dalam gua, mulai dari semut, jangkrik, laba-laba dan landak. Keberadaan kelelawar dapat dikenali langsung melalui bau khas \u003Ci\u003Eguano\u003C\/i\u003E (kotoran kelelawar) saat mulai memasuki mulut gua. Reptil lain yang cukup besar seperti biawak, menjadikan gua-gua ini sebagai tempat perlindungan dari teriknya matahari.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-PuLDw_ixylk\/VFZkoayycAI\/AAAAAAAAALQ\/miIzNW92k7Q\/s1600\/biawak_gua.jpg\" title=\"fauna yang mencari perlindungan dari terik matahari di gua-gua - wisata jawa barat\"\u003E\u003Cimg alt=\"Biawak yang mencari perlindungan di gua-gua di Cagar Alam Pangandaran\" border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-PuLDw_ixylk\/VFZkoayycAI\/AAAAAAAAALQ\/miIzNW92k7Q\/s760\/biawak_gua.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003EPantai dengan Pasir Putihnya untuk Snorkeling\u003C\/h2\u003ESetelah puas menikmati, mempelajari dan mengeksplorasi kawasan Taman Wisata Alam Pangandaran berikut dengan gua-gua alam dan jepangnya. Saya yakin anda cukup letih dan berkeringat mengingat cakupan luasan area ini cukup besar. Membasuh badan di pantai pasir putih yang masih berada dalam kawasan adalah penutup yang paling berkesan untuk perjalanan yang melelahkan ini. Anda bisa menyewa perahu wisata dan berkiling di sekitarnya atau menyewa peralatan snorkeling dan menyaksikan keindahahan bawah laut.... segerrrnyaaaa..\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-3zwwfQr2NZA\/VFZnEmJ1jfI\/AAAAAAAAALc\/uEQYMRpaOdI\/s1600\/pasirputih_pangandaran.gif\" title=\"Pantai Pasir Putih Pangandaran, spot menarik untuk aktifitas snorkeling\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pantai Pasir Putih Taman Wisata Alam Pangandaran\" border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-3zwwfQr2NZA\/VFZnEmJ1jfI\/AAAAAAAAALc\/uEQYMRpaOdI\/s1600\/pasirputih_pangandaran.gif\" width=\"760\" title=\"gua-gua karst pendukung wisata jawa barat\" \/\u003E\u003C\/a\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.gogreencanyon.com\/feeds\/1876265686419599704\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.gogreencanyon.com\/2014\/11\/wisata-gua-karst-pangandaran.html#comment-form","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/202343864192463725\/posts\/default\/1876265686419599704"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/202343864192463725\/posts\/default\/1876265686419599704"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.gogreencanyon.com\/2014\/11\/wisata-gua-karst-pangandaran.html","title":"Ornamen Edukasi di Gua Karst Pangandaran"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-YEw6mKA_l3E\/VFZV8elRc1I\/AAAAAAAAAKk\/QOuBL9s_mV0\/s72-c\/gua_lanang.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"},"georss$featurename":{"$t":"Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran, Pangandaran, Pangandaran, Pangandaran, Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-7.7047688 108.65576420000002"},"georss$box":{"$t":"-23.7494363 88.001467200000022 8.3398986999999991 129.3100612"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-202343864192463725.post-4824921637904939113"},"published":{"$t":"2014-11-02T07:11:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2016-02-19T06:56:04.748+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"cagar alam"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"konservasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pangandaran"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"satwa liar"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"wildlife"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"wisata edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"wisata pangandaran"}],"title":{"type":"text","$t":"Merak Hijau di Taman Wisata Alam Pangandaran"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GHTmHBtjWg8\/VFVu9lk7hoI\/AAAAAAAADhQ\/TYR-uYYGPZw\/s1600\/merak_hijau_pangandaran.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\" title=\"ada 4 pasang burung Merak Jawa yang dilepaskan di Taman Wisata Alam Pangandaran\"\u003E\u003Cimg alt=\"Burung Merak Hijau di Taman Wisata Alam Pangandaran\" border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GHTmHBtjWg8\/VFVu9lk7hoI\/AAAAAAAADhQ\/TYR-uYYGPZw\/s1000\/merak_hijau_pangandaran.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cb\u003EMerak\u003C\/b\u003E, si burung cantik dan anggun berwarna hijau ini dapat anda jumpai langsung di alam (bukan di kandang) di area Taman Wisata Alam \u0026amp; Cagar Alam Pangandaran. Ada sebanyak delapan ekor atau empat pasang burung merak hijau sebagai penghuni baru yang tahun lalu dilepaskan di Cagar Alam Pangandaran oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cikembulan Garut untuk menambah daya tarik pengunjung wisata alam dan sekaligus upaya melindungi dan konservasi satwa langka ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\nUpaya Pengembangbiakan Merak Jawa di Pangandaran\u003C\/h2\u003E\nBurung Merak Hijau atau biasa di sebut juga sebagai Merak Jawa ini memang bukan penghuni asli Cagar Alam Pangandaran, didapatkan dari masyarakat yang menyerahkan langsung kepada BKSDA Cikembulan Garut yang selanjutnya akan dikembangbiakkan di pengelola Cagar Alam Pangandaran. Sebelum dilepaskan ke alam, ke empat pasang burung merak hijau ini sudah melalui proses pemulihan dan penyesuaian dengan lingkungan barunya, setelah cukup waktu untuk beradaptasi kedelapan ekor burung merak dilepaskan di kawasan Cagar Alam dan hidup liar didalamnya dan berharap dapat berkembangbiak secara alami disini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\nSekilas tentang Merak Hijau\u003C\/h2\u003E\nNama ilmiah dari burung merak hijau (merak jawa) ini adalah \u003Ci\u003E\u003Cu\u003EPavo\u003C\/u\u003E \u003Cu\u003Emuticus\u003C\/u\u003E\u003C\/i\u003E salah satu burung dari tiga spesies merak. Seperti burung-burung lainnya yang ditemukan di suku \u003Ci\u003EPhasianidae,\u003C\/i\u003E Merak Hijau mempunyai bulu yang indah. Bulu-bulunya berwarna hijau keemasan. Burung jantan dewasa berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 300cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang. Di atas kepalanya terdapat jambul tegak. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan. Bulu-bulunya kurang mengilap, berwarna hijau keabu-abuan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-gBkkC3XA2TY\/VFV4UcM0OtI\/AAAAAAAADhg\/AVshjvkoxWY\/s1600\/merak_jawa.jpg\" title=\"Burung Merak Hijau atau Merak Jawa yang ada di Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran\"\u003E\u003Cimg alt=\"Burung Merak Jawa yang dapat di temui langsung di alam Taman Wisata Pangandaran\" border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-gBkkC3XA2TY\/VFV4UcM0OtI\/AAAAAAAADhg\/AVshjvkoxWY\/s760\/merak_jawa.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDi alam, populasi Merak Hijau tersebar di hutan terbuka dengan padang rumput di \u003Cb\u003ERepublik Rakyat Tiongkok, Indocina dan Jawa, Indonesia\u003C\/b\u003E. Disebutkan di beberapa negara lain ditengarai sudah tergolong punah. Di Indonesia, Merak Hijau hanya terdapat di Pulau Jawa. Habitatnya mulai dari dataran rendah hingga tempat-tempat yang tinggi. Salah satunya yang masih bisa ditemui berada di Taman Nasional Alas Purwo, Jawa Timur. Selain itu diperkirakan juga masih terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon, dan Taman Nasional Meru Betiri.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBurung merak hidup berkelompok dan membentuk keluarga. Mereka tinggal di atas pohon saat malam hari. Dan di siang hari, mereka lebih suka berjalan-jalan di tanah dan bertengger di atas dahan pohon yang gundul.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSayap yang indah pada merak ternyata hanya dimiliki oleh merak jantan, bukan betina. Pasalnya, sayap indah ini digunakan oleh merak jantan untuk menarik perhatian sang betina. Sementara itu, sang betina nggak punya bulu ekor yang panjang supaya bisa bersembunyi dan bertelur dengan aman di balik semak-semak.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nWalaupun berukuran sangat besar, Merak Hijau adalah burung yang pandai terbang. Pada musim berbiak, burung jantan memamerkan bulu ekornya di depan burung betina. Bulu-bulu penutup ekor dibuka membentuk kipas dengan bintik berbentuk mata. Burung betina menetaskan tiga sampai enam telur.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\nMakanan burung Merak Hijau terdiri dari aneka biji-bijian, pucuk rumput dan dedaunan, beberapa jenis serangga, serta berbagai jenis hewan kecil seperti laba-laba, cacing dan kadal kecil.\u003C\/blockquote\u003E\nNamun karena banyaknya habitat hutan yang hilang dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta daerah dimana burung ini ditemukan sangat terpencar, Merak Hijau dievaluasikan sebagai rentan di dalam \u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EIUCN Red List\u0026nbsp;\u003C\/span\u003Edan Spesies ini didaftarkan dalam \u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ECITES Appendix II\u003C\/span\u003E.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\nPenangkaran Merak Hijau satu-satunya di Indonesia\u003C\/h2\u003E\nJangan kaget, di Indonesia yang berhasil menangkarkan burung merak hijau bukanlah dari instansi pemerintah, tapi justru dikembangkan secara tidak sengaja oleh salah satu masyarakat dari Madiun.  Surat Wiyoto, seorang petani tradisional yang tinggal di Dusun Suko, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada tahun 1999 dalam perjalanannya mencari rumput, tak sengaja pak Surat menemukan 4 butir telur seukuran telur angsa yang tergeletak di tengah hutan. Ia tidak memasaknya tapi menitipkan untuk dierami oleh ayam peliharaannya. Tak lama berselang, sekitar 15 hari menetaslah 4 ekor anak merak dengan jenis kelamin dua jantan dan dua betina. \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan bermodal dari empat butir telur merak tersebut pak Surat mencoba mengembangbiakannya hingga belasan ekor selama kurun 14 tahun ini. Hingga akhirnya dengan upaya yang tidak mudah dan bantuan dari dokter hewan yang biasanya datang di kampungnya untuk mengurus izin penangkaran dari Badan Konservasi Sumberdaya Alam setempat untuk menghindari disita, karena satwa langka ini hanya tersisa 800-an ekor di alam. \u003Ci\u003Esumber: \u003Ca href=\"http:\/\/www.republika.co.id\/berita\/nasional\/umum\/13\/12\/26\/myezdo-penangkaran-merak-satusatunya-di-indonesia\"\u003Erepublika\u003C\/a\u003E\u003C\/i\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.gogreencanyon.com\/feeds\/4824921637904939113\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.gogreencanyon.com\/2014\/11\/merak-jawa-taman-wisata-alam-pangandaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/202343864192463725\/posts\/default\/4824921637904939113"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/202343864192463725\/posts\/default\/4824921637904939113"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.gogreencanyon.com\/2014\/11\/merak-jawa-taman-wisata-alam-pangandaran.html","title":"Merak Hijau di Taman Wisata Alam Pangandaran"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GHTmHBtjWg8\/VFVu9lk7hoI\/AAAAAAAADhQ\/TYR-uYYGPZw\/s72-c\/merak_hijau_pangandaran.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran, Pangandaran, Pangandaran, Pangandaran, Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-7.7047688 108.65576420000002"},"georss$box":{"$t":"-11.7408833 103.49219020000002 -3.6686543 113.81933820000002"}}]}});