11.20.2014

Menyongsong Ombak di Laut Lepas Samudra Indonesia

Berhenti sejenak dan mari beraktifitas snorkeling di Pangandaran
Pangandaran yang dianggap sudah padat masih menawarkan atraksi yang menarik hati. Keseruan dimulai di hari pertama, dari ditarik-tarik oleh monyet, ke goa yang masih hidup dan merasakan ganasnya ombak laut lepas.
Matahari sudah mulai meninggi saat rombongan open trip Go Green Canyon tiba di Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat. Turun dari bus persis di depan restoran tempat kami akan sarapan. Rusa sudah dijumpai di jalanan. Malu-malu rusa, saat didekati ia menjauh.

Setelah bebersih dan makan pagi. Kami segera berjalan ke pintu masuk Cagar Alam Pangandaran. Tujuan pertama kami adalah Goa Lanang, sebuah goa besar di dalam cagar alam. Peserta tour sebelum berjalan lebih jauh diajak berhenti, untuk ice breaking dan mengakrabkan antar peserta dengan sebatang spidol kecil. Orang yang menerima spidol harus menyebutkan nama yang mengasih dan menyebutkan namanya sendiri.

Berpose di Gua Lanang Pangandaran
Goa Lanang adalah salah satu goa di deretan goa di Pangandaran. Goa ini kami datangi karena chambernya yang luas dan di ujungnya terbuka, sinar mentari menerobos dari atas. Menciptakan lokasi eksotis untuk foto. Daru, salah satu peserta yang juga pegiat penelurusan goa bercerita, “Goa ini masih hidup, coba lihat ada tetesan air. Ini salah satu goa ini masih berproses. Tiap tahun laju tumbuh stalaktit hanya 0,13 mm pertahun.”

Setelah berfoto selfie, groufie, bertongsing dan bertongbro, tolong foto bro, kami beranjak naik melalui tangga ke Pantai Pasir Putih. Perjalanan ke pasir putih kami dimanjakan pohon yang meranggas, menciptakan suasana dramatis.

Tiba di pantai, peserta ditawari melakukan senorkling, ini diluar paket yang ditawarkan Go Green Canyon. Peserta membayar 100 ribu untuk perahu, peralatan snorkeling dan perjalanan mengarungi tanjung pangandaran menuju ke pantai barat. Hampir seluruh peserta mengatakan iya.

Lokasi snorkeling persis di depan bagian hutan yang cantik, sayang jenis ikannya tidak terlalu banyak, dan karangnya kurang bermacam-macam. Namun peserta tetap enjoy dan berenang kesana kemari. Kurang sekitar 40 menit di spot itu.

Kami bergerak lagi memutari tanjung

puas bermain di laut lepas
Selama pengarungan ini guide lokal menjelaskan obyek yang menarik. Ada batu layar, karang berbentuk layar perahu, lalu ada karang seperti orang yang duduk. Kemudian ada namanya Karang Bolong. Karang besar yang berlubang, dari tiga perahu. Ada satu perahu yang berani masuk, lubang itu, perahu berbelok di tengah menuju pintu keluar Karang Bolong. Peserta berteriak kegirangan.

“Ini kita di laut lepas, “ kata guide kami. Ombak terasa lebih tinggi dan liar. Kami serasa naik wahana di Taman Impian Jaya Ancol. Ada sekali waktu saat kapal harus menerjang ombak besar, atau dikejar ombak setinggi dua meter.

Mendebarkan tapi seru. “Ini keren banget, apalagi saat melewati Karang Bolong tadi. Seru!” cerita Shelly, peserta yang bekerja di bidang teknologi informasi. Setelah melewati ombak inipun kami mendarat di Pasir Putih Pantai Barat. Sempat mencicipi pecel khas Pangandaran dengan bunga kecombrang dan sate kerang yang gede banget.

Video Penjelajahan Samudra Pangandaran

Posting Komentar

Silahkan Booking melalui formulir komentar dibawah ini, dan jangan lupa tinggalkan alamat e-mail atau
kontak telepon/WA +62 812-8265-733 untuk segera bisa kami hubungi.